Sunday, April 20, 2008

Pembangunan Rumah Ibadah Dipersulit

Cerita bahwa dipersulitnya rumah ibadah sebenarnya bukan monopoli kalangan parmalim di tanah Batak. Di Jerman, di mana masyarakat katanya sangat demokratis, pembangunan rumah ibadah juga sangat dipersulit.

Jadi pameo atau blow up sebuah perselisihan pembangunan ibadah di sebuah wilayah merupakan psy war atau perang opini yang dilansir sebuah pihak.

Di Indonesia, perselisihan dalam pembangunan rumah ibdah sering terdengar di Jawa. Mengapa Jawa??? karena inilah pusat perpolitikan di Indonesia. Di samping itu, hampir separoh penduduk Indonesia yang tinggal di pulau tersebut.

Tampaknya masyarakat setempat kurang dilibatkan dalam pembangunan sebuah rumah ibadah. Bayangkan sebuah agama bisa mempunyai ratusan aliran dan setiap aliran mempunyai rumah ibadah. Satu RT bisa-bisa berisi ratusan rumah ibadah yang tidak sesuai dengan penduduk di RT itu.

Perlawanan oleh masyarakat tampaknya menjadi makanan empuk kaum media. Yah... logika yang sama tampak pada gambar di atas ini.
Read more..

Sutiyoso Capres 2009?? Menurut Sebuah Survey

20/04/08 22:00
Politisi Terkejut Sutiyoso Unggul dalam Survei


Jakarta (ANTARA News) - Kalangan politisi dan pengamat terkejut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso unggul dibanding sejumlah tokoh lain dalam survei lembaga penelitian dan pengembangan sebuah koran nasional terkemuka tentang calon presiden mendatang.

"Padahal Sutiyoso tidak punya partai politik dan belum riil didukung partai politik besar," kata Sekretaris Jenderal DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz yang dihubungi di Jakarta, Minggu.

Sebuah koran nasional terkemuka pada Sabtu (19/4) memberitakan hasil survei lembaga penelitian dan pengembangan koran itu dari jajak pendapat para ketua dan sekretaris jenderal 20 partai politik tentang calon presiden mendatang.

Sebesar 10 persen responden menyebut Sutiyoso layak menjadi Presiden. Sutiyoso mengungguli nama Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Fadel Muhammad.

Sementara 30 persen responden tidak menjawab dan 20 persen responden belum menentukan pilihan.

Irgan tidak bersedia menyebut apakah dia turut menjadi responden dan memilih Sutiyoso atau tidak.

Namun Irgan mengakui sejumlah partai politik cenderung menginginkan calon presiden alternatif untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada 2009.

"Calon alternatif iya tetapi sebenarnya masih jauh bagi PPP untuk menentukan calon presiden karena selain Pemilu Legislatif belum digelar kami harus menakar kemampuan partai sebelum mementukan calon presiden," katanya.

Sementara itu pengamat politik Dr. Sukardi Rinakit menyatakan Sutiyoso merupakan tokoh yang diperhitungkan dalam pemilihan presiden mendatang.

Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate - sebuah lembaga penelitian independen - itu ada dua faktor kondisi yang memunculkan nama Sutiyoso.

"Pertama karena memang lagi krisis tokoh dan yang kedua karena memang sudah ada komunikasi dukungan antara partai politik dengan Sutiyoso," kata Cak Kardi, panggilan akrab Sukardi Rinakit.

Namun, katanya, survei tersebut tidak dapat dijadikan ukuran baku karena partai-partai politik tidak akan akan selalu konsisten dengan pilihannya saat ini seiring dengan dinamika yang ada.

"Sangat mungkin partai politik akan goyah dan mengarahkan pilihan ke tokoh lain," katanya.(*)
Read more..

Kunjungan Benekditus ke New York

20/04/08 23:35
Paus Benekditus XVI Singgung Skandal Seks Pendeta Katolik


New York (ANTARA News) - Paus Benekditus XVI mengisi hari kelima kunjungannya di AS dengan mengadakan misa di New York, Sabtu, yang sekaligus menandai tahun ketiganya menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma.

Dalam kesempatan tersebut, Paus kembali berbicara soal penderitaan para korban pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) oleh segelintir pendeta Katolik di Amerika Serikat.

Pada misa hari Sabtu yang diadakan di Katedral St Patrick di kawasan Fifth Avenue-Manhattan, ia antara lain mengajak para peserta misa yang hadir untuk berdoa bagi datangnya waktu untuk penyembuhan masalah skandal seks.

Ajakannya untuk berdoa itu mengacu kepada kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh kalangan pendeta Katolik.

"Saya juga mendorong Anda untuk bekerja sama dengan para uskup untuk terus secara efektif menangani masalah ini," kata Paus.

Menurut catatan media, termasuk yang dikutip BBC, sejak tahun 1950 sudah lebih dari 4.000 pendeta Katolik yang dituduh melakukan pelecehan seksual.

Paus mengatakan, skandal seks tersebut tidak hanya menimbulkan kesengsaraan kepada para korban pedofilia, tapi juga merugikan reputasi gereja di AS.

Pada hari terakhir kunjungannya di AS, yaitu Minggu (20/4), Paus dijadwalkan akan mengunjungi lokasi runtuhnya gedung World Trade Center di New York dalam serangan teroris pada 11 September 2001 dan juga menggelar misa di stadion olahraga yang kerap dipakai untuk pertandingan baseball, Yankee Stadium.

Sebelumnya pada Jumat (18/4) di New York, Paus bertandang ke Markas Besar PBB dan berpidato di Majelis Umum PBB -- yang beranggotakan 192 negara -- antara lain berbicara tentang multilateralisme, hak asasi manusia, pembangunan dan perlindungan terhadap lingkungan.

Kalangan muslim

Sementara itu, di antara kalangan muslim di AS, termasuk Muslim Public Affairs Council (MPAC), beberapa pihak menyayangkan bahwa dalam kunjungangannya selama enam hari ke Washington DC dan New York, Paus tidak mengadakan dialog dengan para penganut agama Islam.

Tentang adanya kritik dari kalangan muslim tersebut, tokoh Islam di AS asal Indonesia, Syamsi Ali, mengamini bahwa dialog antar-agama dengan Paus merupakan kegiatan yang penting.

"Tapi kendati memang baik jika terjadi dialog, menurut saya ekspektasi seperti itu mungkin terlalu tinggi karena kunjungan Paus ke sini tampaknya memang lebih untuk acara-acara formal," kata Syamsi kepada ANTARA News.

Syamsi, yang juga Ketua Dewan Masjid Al-Hikmah -- masjid satu-satunya di New York yang dikelola oleh masyarakat Indonesia -- dalam beberapa hari terakhir kerap dimintai komentar tentang kunjungan Paus Benekditus XVI oleh media AS, termasuk stasiun televisi Channel 1, Channel 4, Channel 9 dan Channel 11.

Syamsi menganggap Paus Benekditus XVI sebagai sosok yang patut dihormati.

"Tapi kalau mau dibandingkan, Paus yang dulu lebih terbuka, bersifat merangkul, dan bijak," katanya.

"Paus yang sekarang memberikan kesan dua arah. Di satu pihak berkeinginan untuk melakukan dialog permanen dengan umat Islam, tapi di pihak lain mengeluarkan pernyataan yang memancing reaksi negatif dari kalangan umat Islam," tambahnya.

Syamsi mengacu pernyataannya itu antara lain kepada pernyataan Paus Benekditus tahun 2006 yang mengritik konsep jihad dalam Islam dan menyebut Islam disiarkan dengan pedang.

"Hal-hal seperti itu bisa mengurangi trust dalam upaya membangun jembatan yang kuat antar-agama. Dengan kunjungannya ke AS, kami berharap Paus bisa belajar bahwa dunia semakin global dan antar komunitas ada saling ketergantungan," kata Syamsi.
Read more..

Mengenang Perjuangan Zulkifli Lubis Dan pembangunan Bangsa

29 July 1989

ZULKIFLI LUBIS, PELETAK BATU DAN KOMANDAN PERTAMA BADAN INTELIJEN INDONESIA

MENGENYAM PENDIDIKAN AKADEMI INTELIJEN, SEINEN DOJO. PERNAH MENENTANG
SOEKARNO DAN GEMBONGNYA PRRI-PERMESTA.

Dilahirkan pada tahun 1923, Kolonel Zulkifli Lubis adalah peletak hatu dan
komandan pertama badan intelijen Indonesia. Dia bergerilya di Sumatera dalam
perang kemerdekaan. Pemimpin Gerakan Anti 17 Oktober 1952; Deputi Kepala
Staf dan Penjabat Kepala Staf Angkatan Darat selama beberapa tahun dengan
pangkat kolonel hingga meletakkan jabatan pada tahun 1956; salah satu
gembong dalam pemberontakan PRRI - Permesta (1958). Kini tinggal di Bogor
sebagai pengusaha.

Atas permintaan TEMPO, tokoh yang pernah didongengkan bisa menghilang ini
menceritakan panjang lebar sebagian dari perjalanan hidupnya pada wartawan
kami, Muchsin Lubis.

SAYA dari kakak beradik bersaudara ada sepuluh orang. Tujuh wanita, tiga
laki-laki. Kakak saya laki-laki nomor dua tertua sudah meninggal dan adik
saya laki-laki yang terkecil, juga sudah meninggal. Jadi, kami dari tiga
laki-laki itu, tinggal saya saja yang hidup.

Jadi, kalau jatuh pada acara warisan, tinggal saya yang mengaturnya. Dari
saudara wanita, yang paling bungsu meninggal waktu lahir di Tapaktuan. Saya
lahir di Banda Aceh yang dulu disebut Kutaraja pada tanggal 26 Desember
1923. Sehari lebih muda dari Natalan. Kalau yang hidup sekarang ini, ada
adik di Banda Aceh, kemudian kakak saya di Medan, kemudian kakak saya di
Magelang. Saya anak nomor lima.

Saya merasa, saya termasuk putera yang disayangi oleh kakek-nenek saya dan
ayah-ibu saya. Mungkin karena laki-laki sedikit sekali di keluarga saya.
Kemudian, rupa saya memang agak lain. Rupa saya waktu kecil, seperti orang
Barat. Muka putih, rambut pirang dan mata biru, waktu kecil. Maka itu,
ketika masih di sekolah rendah, di HIS, saya oleh guru Belanda - saya sampai
sekarang tidak tahu sebabnya - saya satu-satunya murid yang didudukkan
bersama-sama perempuan, sampai kelas tiga.

Orangtua saya bernama Aden Lubis gelar Sutan Sanalam. Ibu saya, Siti Rewan
bermarga Nasution, tapi lahir dan besar di Aceh. Maka itu, kami itu lebih
merasa sebagai orang Aceh daripada orang Tapanuli. Saya tahu bahasa
Tapanuli, bahasa Mandailing, tapi tidak bisa membicarakan. Hanya mengerti.
Kalau boleh dibilang, lahir di Aceh, saya lebih merasa sebagai orang Aceh
dan besarnya bersama masyarakat, di Yogya. Tapi bahasa Jawa pun saya tidak
pandai, cuma mengerti.

Selama saya sekolah itu, memang saya merasa disayangi orangtua saya maupun
kakek-nenek, namun saya lebih dekat dengan ibu. Orangtua saya kedua-duanya
guru di sekolah guru, normal school. Tapi ibu saya itu kawin muda, lalu
berhenti jadi guru. Ayah saya sesudah 25 tahun kemudian berhenti lalu jadi
pamong raja.

Waktu itu ayah saya jadi klerk di Banda Aceh, di kantor gubernur, kemudian
pindah ke Tapaktuan. Di Tapaktuan itulah
lahir adik saya yang laki-laki paling kecil dan adik saya perempuan paling
kecil yang meninggal waktu lahir. Ibu saya pun
meninggal dunia di Tapaktuan.

Kalau saya ingat kembali, saya banyak belajar bermacam-macam segi dari
orangtua saya. Kalau dari ibu saya, saya belajar tentang kebersihan. Ibu
saya itu sangat suka bersih. Kami bersaudara itu, kaki kami semua hanya
boleh kena tanah pada hari Minggu saja. Selebihnya itu harus pakai sandal.
Selain itu, ibu saya suka membaca dan menyukai sajak. Hingga saya juga ada
bawaan suka sajak. Puisi. Dengan sajak Chairil Anwar, saya sangat tertarik,
lalu Amir Hamzah, walaupun tidak sampai mendalami.

Kalau dari ayah saya, disiplin. Disiplin waktu dan kemauan kerja. Bapak
saya, walaupun masih klerk di zaman Belanda, dia naik sepeda dari Kutaraja
ke Lho' Nga sekitar 14 kilometer, sebagai kontroleur. Pulang balik, mulanya.
Karena saya disayanginya, dan belum sekolah, saya diboncengnya. Sampai di
Lho' Nga saya dititipkan ke pesanggrahan, lalu dia pergi ke kantor. Nanti
sore hari, pulang naik sepeda lagi. Sampai begitu rupa - mungkin lelah
karena usia lanjut - baru kira-kira seminggu sekali pulang ke Kutaraja. Itu
tahun 1920-an. Saya memang selalu dibawa Ayah ke mana-mana. Dari dia saya
dapat kesungguhan kerja dan pegang waktu.

Kalau dari kakek saya, Angku saya, dia hakim agama di Pengadilan Agama
Kutaraja, saya belajar agama, sembahyang. Nama beliau Raja Imbang Nasution.
Beliau kakek dari pihak Ibu. Saya adalah cucu yang paling disayangi. Sedang
nenek dari pihak Ibu, istri angku saya. orangnya besar tinggi dan gemuk.
Waktu kecil, saya sering tidur dengan dia. Kalau dia menumbuk sirih, saya
sering ngelon ke dadanya. Karena dia gemuk, jadi hangat.

Saya sekolah dari HIS sampai ke MULO, di Aceh semuanya, sampai tahun
1940-an, sebelum perang. Karena orangtua saya menganggap saya cukup cerdas,
pada umur empat tahun lebih sedikit, saya sudah sekolah. Di sekolah saya
maju, hingga semua guru sayang pada saya. Baik guru Belanda atau guru
Indonesia. Saya sekolahdi HIS ke-II di Kutaraja. Pandai berhitung. Cepat.
Semua pelajaran, saya senang, cuma pelajaran bahasa yang kurang. Kalau
berhitung dan sejarah, saya mendapat nilai sepuluh. Apalagi berhitung luar
kepala, saya tetap nomor satu. Ketika sekolah itu saya dipanggil Kifli,
bukan Lubis. Nama panggilan ini sampai saya di AMS-B di Yogya. Baru zaman
Jepang saya dipanggil Lubis, karena Lubis lebih mudah disebut dalam bahasa
Jepang. Saya tamat MULO sekitar tahun 1941.

Saya orang suka membaca. Sewaktu di MULO itu, saya sudah mendengar dan
mempunyai kesempatan membaca. Saya setiap hari membaca surat kabar Deli
Blaad berbahasa Belanda, terbitan Medan. Kebetulan, anak tetangga saya di
Kampung Atuk, dekat Makam Pahlawan, penjual surat kabar, termasuk' Deli
Blaad. Teman itu sering memberikan koran itu pada saya satu lembar. Dari
situ saya tahu pidato-pidato Bung Karno, Hatta, Thamrin, dan Volksraad.
Sungguhpun surat kabar itu dari modal perkebunan di Sumatera Timur, jadi
sebenarnya kapitalistis, itu menaikkan semangat nasional kami sebagai
pelajar MULO.

Dari situ saya mengetahui adanya pergerakan-pergerak an, walaupun tak bisa
ikut aktif. Kami tak punya kesempatan. Cuma, di antara teman-teman kami
punya perkumpulan di MULO. Namanya Patriot. Kumpulan Patriot ini merupakan
kumpulan yang tidak mengikuti kehendak kolonial, kehendak Belanda. Kami,
termasuk sebagian guru, terbilang masuk golongan oposisi, walaupun secara
diam-diam. Ketuanya, waktu itu? Yahya Bahram Rangkuti. Misalnya, kalau ada
upacara, kami tidak mau melagukan lagu kebangsaan Belanda, Wilhelmus. Kami
diam saja, kaki kami geser-geserkan ke teman lain, untuk mengajak agar diam
saja.

Tamat MULO saya ke Yogya masuk AMS-B. Karena wajah saya seperti orang
Belanda, di rumah saya dipanggil Yan. Itu panggilan kecil orang Belanda.
Ketika saya mau ke Jawa, ibu saya bertanya, "Yan mau ke Jawa. Yan tahu apa
yang paling utama?" Saya tidak tahu. "Yang paling utama adalah mencari
nasihat. Bukan memberi nasihat," kata ibu saya.

Kebetulan, ada peminta-minta yang cacat datang. Kemudian saya ditanya emak
saya itu. Saya memang memanggilnya emak. "Kalau tadi Yan sudah menanggapi
Emak bilang yang penting mencari nasihat, bukan memberi nasihat. Nah,
sekarang Emak mau tanya. Nasihat apa Yan bisa dapat dari orang minta-minta
itu?" Saya tidak bisa menjawab. Emak saya lalu menjawab, "Leven geduldig.
Kesabaran hidup. Fitrah manusia bukan untuk mintaminta. Toh dia minta-minta.
Satu segi baiknya, dia betah hidup. Dia sabar."

Waktu sekolah di Yogya, ucapan emak itu terus terpikir. Kalau teringat
kembali, mencari nasihat berarti kita itu harus demokratis. Kalau tidak,
tidak bisa. Kita harus merendah diri. Sama dengan cara intelijen. Harus
ramah, baru bisa mencari nasihat. Kalau kita sombong, tidak bisa mencari
nasihat. Satu segi dari nilai demokrasi itu adalah mampu mengendalikan diri
menjadi mencari nasihat.

"Yan harus datangi, kenalkan diri, satu, pada orang yang tertua umurnya di
tempat itu. Artinya, pengalamannya. Kedua orang yang alim ulama. Ketiga,
guru. Keempat, orang yang dermawan yang kaya. Bukan orang kaya yang kikir.
Minta nasihat pada orang-orang ini," kata ibu saya. Semua nasihat ini, dalam
intelijen juga banyak dipakai, terutama dalam intelijen teritorial.

Kalau nasihat ayah saya lain lagi, karena seorang pamong praja. "Met de hoet
in de hand, komt ye in de gang in de wereld," artinya. "Dengan topi di
tangan, kau bisa datang ke seluruh dunia." Maksudnya, dengan hormat, sopan,
tidak sombong, kau bisa kunjungi seluruh dunia. Itulah semua ajaran ibu dan
ayah saya. Sama dengan ajaran intelijen. Dan itu yang saya praktekkan.
Karena itu, waktu punya jabatan dulu, saya tidak membatasi tamu-tamu. Semua
bisa menemui saya. Karena dari tamu-tamu itu saya - mungkin tamu itu cuma
minta duit atau minta apa - saya dapat informasi gratis. Paling tidak dari
lingkungannya. Maka itu, sampai sekarang, saya tidak mau membatasi orang
yang mau bertemu saya. Saya tidak seperti pejabat sekarang. Susah sekali
ditemui orang. Orangtua saya menasihatkan, "Kalau kau mencari nasihat, kau
tidak akan bisa sombong. Kau harus mendengar bicara orang lain. Hargai
pendapat orang lain." Kalau dari segi politik, itu adalah benih demokrasi.

Pertama kali di Yogya saya tinggal di rumah seorang famili guru HIS di
Tapaktuan. Dia punya famili di Yogya. Dengan surat guru itu, saya tinggal
beberapa hari di situ, untuk orientasi. Setelah itu, kami dapat rumah di
Gowongan Lor, Yogyakarta, di tempat Ibu Sastro. Ibu itu punya warung. Dia
sangat baik. Sekitar 15 orang yang indekos di situ. Ada yang dan Bugis, ada
yang dari Tapanuli, ada yang dari Medan dan lain-lain. Tapi saya tidak lama
di situ. Bersama delapan teman dari AMS-B dan AMS-A, kami mengontrak rumah
sendiri di Jetis.

Di AMS itu, Belanda memang teliti. Kita tidak dididik seperti robot. Tapi
ilmu kita kita kembangkan. Kalau di MULO, masih dituntun dalam belajar, di
AMS, kita baca sendiri. Seluruh cabang mata pelajaran ilmu pasti diajarkan
di situ, ditambah sedikit dengan sejarah dan biologi serta bahasa yang tidak
begitu mendalam.

Di AMS-B saya pelajar sedang saja. Masih orang Cina yang jadi nomor satu.
Memang, di AMS-B Yogya itu, kebanyakan orang Cina. Tapi dalam pelajaran
Aljabar, saya nomor satu. Di sana ada sistem, sewaktu-waktu kami disuruh ke
depan kelas untuk mencoba mengajar. Misalnya untuk pelajaran llmu Tata
Negara dan Sejarah. Pelajar diajar agar punya inisiatif, tidak hanya sebagai
alat mati. Memang berbeda dengan zaman sekarang. Guru-guru kami tua-tua
semua dan sarjana semua. Rata-rata doktor dan insinyur. Jarang yang satu
titel. Kebanyakan dua atau tiga titel. Usia mereka rata-rata di atas 40
tahun.

Di AMS-B itu, perasaan kebangsaan tetap ada, walaupun tidak ada perkumpulan
tertentu. Kami sering diskusidiskusi antarteman, termasuk teman dari
Parindra. Kami sering mencemoohkan Belanda. Di AMS itu kami punya semangat
tidak mau kalah dengan Belanda. Kita tak mau kalah angka dengan pelajar
Belanda, sungguhpun dalam bahasa Belanda. Jadi, boleh dikatakan, belum
terorganisasi secara nasional. Tapi pada umumnya perasaan nasional
berkembang. Jadi, betul kata Bung Karno dalam Manipol itu, bahwa kemerdekaan
itu adalah conscious men. Fitrah manusia.

Dalam pelajaran sejarah di AMS itu, walaupun gurunya Belanda, mereka tidak
menjelek-jelekkan pergerakan nasional Indonesia. Disebutkan adanya Parindra,
Taman Siswa, tapi mereka tak menjelekkan. Termasuk tidak menjelekkan Bung
Karno. Saya di AMS hanya sampai kelas 2, karena Jepang masuk.

Ada teman saya di AMS-B, lain kelas, Pawoko namanya, yang tinggal di
Gowongan Kidul, bilang, "Kif, ini Jepang ada buka latihan untuk pemuda.
Bagaimana Kif, daripada kita ini anak muda tidak kerja dan sekolah tidak
buka, kita ikut saja." Saya lupa waktunya. Ya, sekitar tahun 1942. Jepang
baru 1-2 bulan di situ. Umur saya sekitar 18-19 tahun. Saya lalu ikut.
Namanya Seinen Kurenso. Tempat Latihan Pemuda. Pesertanya banyak dari AMS
dan MULO. Di situ kami diberi pelajaran pokok-pokok kemiliteran.

Pemberontakan Peta

Setelah kira-kira dua bulan dilatih, ada penawaran khusus untuk mendapat
pendidikan perwira militer. Ada beberapa ratus dites. Hanya beberapa orang
yang diterima, termasuk saya. Dari Yokya hanya sekitar 4-5 orang, termasuk
Kemal Idis. Saya angkatan pertama bersama Kemal dan Daan Mogot. Kalau boleh
dibilang, itu sekolah akademi intelijen sebetulnya. Cuma dalam istilahnya
disebut Seinen Dojo - Tempat Gemblengan Pemuda. Karena itu, kami di bawah
Markas Besar Intelijen Jepang. Itulah pertama kali saya belajar intelijen,
sekitar awal 1943. Saya masih berumur 19 tahun.

Kami terdiri dari dua kamar. Nihan (kamar pertama) dan Ichihan (kamar
kedua). Saya bersama Kemal Idris, Yonosewoyo di Nihan. Daan Mogot masuk di
Ichihan. Nihan adalah kamar yang terbaik. Baik ilmu, latihan militer, maupun
sumo, Nihan tetap menang dibanding Ichihan. Selalu dapat penghargaan maupun
spanduk. Dalam latihan itu, badan saya paling kecil. Tapi dalam latihan ilmu
militer saya nomor satu. Saya nomor satu di Nihan, dari seluruhnya. Dalam
ilmu saya jadi Mohan, jadi contoh. Saya siswa yang tidak pernah dapat
tempelengan Jepang. Karena saya memang tidak pernah dilihat bersalah.

Sewaktu di Seinen Dojo Tangerang, semua instruktur itu rapi dan bersih. Dan
sungguh-sungguh mengajar. Tapi sampai kita di Renseitai Bogor, di situ
tentara Jepang tidak baik lagi. Karena banyak pelatih berasal dari pasukan.
Mereka kotor. Bajunya lusuh. Pokoknya, gambaran waktu dulu Jepang itu
terbaik, kini tidak lagi. Banyak Jepang yang rusak. Mereka mengajar sambil
lalu.

Di situlah awalnya Soeprijadi tidak senang dengan Jepang. Di situ awalnya.
Saya dengan Soeprijadi satu nihan di Seinen Dojo. Dia dari MOSVIA. Sewaktu
di Seinen Dojo kita masih kagum melihat Jepang itu masih tinggi, tapi di
Renseirai Bogor, semuanya berbalik. Jadi, hilang semangat untuk menghargai
Jepang. Sejak itu Soeprijadi berubah melihat Jepang. Sejak itu pula,
teman-teman, termasuk Soeprijadi, lari malam hari keluar pagar, mencari
makanan. Saya tidak ikut mencari makanan. Saya tidak ikut.

Dari situ awalnya, kita melihat, sewaktu di gyugun di daerah, polisi-polisi
bersikap kasar dengan rakyat, dalam rangka
mengumpulkan beras. Karena dipaksa oleh Jepang Sipil, kalau Jepang Militer
masih baik. Jepang Sipil ini. dengan menggunakan polisi, memeras rakyat. Di
situ, kita lihat, banyak Peta yang membela rakyat. Seperti kejadian di
Banten, kami menghadapi polisi, membela rakyat. Di Indramayu, di Banyuwangi.
Sampailah Soeprijadi memberontak di Blitar, 14 Februari 1945. Karena dia
melihat Jepang sipil memaksa rakyat menank beras, karena rakyat sudah susah.
Rakyat sudah berpakaian kulit kayu. Rakyat ditekan, melalui Romusha, dan
lain-lain. Di situ memuncak antipati Soeprijadi. Timbullah semangat untuk
mengatur pemberontakan.

Saya melihat perubahan sikap Soeprijadi ini sejak di Bogor itu. Dia melihat
sikap Jepang sudah berubah. Soeprijadi bilang sama saya, "Kalau begini, ya,
Jepang sama saja. Tidak bisa kita harapkan." Hubungan kami dekat sekali
sewaktu di Bogor. Soeprijadi sebenarnya pendiam, seperti waktu di Semen Dojo
Tangerang. Tapi waktu di Bogor, dia banyak bicara, "Ah, Jepang itu tidak
bisa kita percaya," kata Soeprijadi.

Saya sendiri dibawa oleh Rokugawa (bekas taicho komandan - komidi seinen
Dojo) pertengahan tahun 1944 ke Malaysia. Sewaktu pemberontakan Soeprijadi -
Peristiwa Soeprijadi di Blitar (Februari 1945) - saya berada di Malaysia.
Saya dipanggil Rokugawa, karena saya satu hang (kamar) dengan Soeprijadi.
Tapi karena Rokugawa sayang pada saya, saya tidak sampai ditahan. Tapi Kemal
sempat dipanggil Kempeitai, termasuk Daan Mogot, teman-teman Soeprijadi.
Kempeitai takut kami ini terbawa-bawa oleh Soeprijadi. Kemal di suruh tegak
di kantor Kempeitai Jepang di Menhankam sekarang ini.

Bersama-sama Rokugawa saya ke Singapura naik pesawat pemburu. Di Singapura
itu, saya berjumpa dengan seorang perwira Jepang, Mayor Ogi. Wajahnya
seperti orang Barat. Dia bisa bahasa Prancis. Dia dipersiapkan untuk
aktivitas intelijen di Vietnam. Saya tidur satu kamar dengannya. Melalui
dia, Jepang berhasil menguasai Vietnam tanpa melalui perang. Sebulan
kemudian, dia kembali. Dan berhasil. Tentara Prancis menyerah melalui
psywar.

Dari Mayor Ogi itu saya mendapat pelajaran, bagaimana caranya di negara
asing dapat mempengaruhi komandan musuh sedemikian rupa, sampai bisa
menyerah, tanpa melalui pertempuran. Saya sebagai pembantu Rokugawa. Saya
satu-satunya orang Indonesia di situ. Semua Jepang. Kami berdua sama-sama
melapor pada komandan tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara di
Singapura itu. Di situlah saya pertama kali diperkenalkan dengan Fujiwara
Kikan (Badan rahasia Jepang untuk Asia Tenggara). Semuanya serba rahasia.

Mayor Ogi bercerita pada saya, bagaimana dia masuk ke Vietnam sampai
komandan tentara Prancis di Vietnam itu menyerah. Ogi, tentu saja melalui
agen-agennya bisa masuk sampai ketemu dengan Panglima Prancis itu. Tentu
saja mereka kaget. Di situ Ogi cerita supaya tentara Prancis menyerah saja,
daripada celaka. Akhirnya Vietnam menyerah pada Jepang.

Dari Singapura, saya naik kereta api ke Kuala Lumpur. Di situ banyak sekali
tentara Jepang yang mau dikirim ke Birma. Gerakan Bawah Tanah di Burma juga
kuat melawan Jepang. Di Kuala Lumpur, Malaysia, gerakan bawah tanah Cina
juga kuat. Sambil berjalan di Kuala Lumpur itulah, Rokugawa mengajar saya
dalam intelijen. Misalnya, bagaimana caranya mengetahui jumlah penduduk
dalam satu kota. Lalu bagaimana mengetahui rakyat itu anti atau pro dengan
Jepang. Setiap sore saya kembali dan melapor pada Rokugawa. Olehnya, saya
dilatih baik teori dan praktek intelijen.

Baik di Singapura, Kuala Lumpur. dan Malaka (sekarang Penang), saya disuruh
meneliti keadaan masyarakatnya, jumlahnya, intelektual masyarakat. Itu ada
kunci-kuncinya. Ada rumus-rumusnya. Saya diajari gerak intelijen di lapangan
dari segi informasi. Misalnya, sebagai orang asing, kita mengetahui
kira-kira jumlah penduduk tanpa melalui kantor statistik. Saya bisa tahu.

Di Kuala Lumpur itu, saya mendapat tambahan ilmu tuntunan intelijen di
masyarakat dari Rokugawa, maupun pengalaman orientasi intehJen kenegaraan di
Vietnam yang diberikan oleh Mayor Ogi di Singapura. Saya masuk ke
kampung-kampung. Ketemu guru, tanya. Jadi, misalnya, untuk mengetahui jumlah
penduduk suatu kota, kita lihat saja berapa sekolahnya. Saya tanya gurunya,
berapa muridnya, umurnya berapa. Dari sini bisa dipersentasi, kira-kira
berapa penduduk kota tersebut. Saya juga naik becak, tanya bagaimana
pandangan masyarakat terhadap Jepang atau Cina. Susahkah kehidupan mereka.
Pelajaran itu dalam bahasa Jepang disebut Ippan Joho - pemberitaan intelijen
umum.

Awal Pembentukan Intelijen

Setelah Jepang menyerah, saya ditahan pergi oleh A.K.Gani supaya bertahan di
Palembang saja. Saya bilang pada A.K. Gani, pusat pergerakan itu di Jawa,
dan teman-teman saya banyak di sana. Dia tidak setuju. Tapi saya tidak ambil
perhatian. Saya tetap ke Jawa.

Saya lalu ke Jakarta, bertemu dengan Kemal dan Daan Mogot. Juga jumpa dengan
pihak-pihak Jepang yang saya kenal, Yanagawa, Yamazaki. Di situlah saya
mempersiapkan untuk membentuk suatu Intelijen Awal. Saya anggap, setiap
gerakan apa pun, intelijen itu penting, harus ada.

Istilahnya waktu itu, mudah sekali, kita sebut Badan Istimewa. Di mana mesti
tempelannya? Waktu itu dibentuk BKR Pusat yang dipimpin oleh Kafrawi, bekas
daidancho dan pembantunya, Arifin, bekas shodancho. Saya bertemu dengan
keduanya, kebetulan saya kenal. Waktu itu, BKR (Badan Keselamatan Rakyat)
masih di bawah KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang diketuai Kasman
Singodimedja dengan wakilnya Latuharhary.

Saya merekrut kebanyakan dari gyugun. Markasnya waktu itu masih di gedung
juang Jalan Pejambon. Di samping itu, juga ada di Lapangan Banteng, tempat
bekas Mahkamah Agung, bersama-sama BKR Pusat. Pembentukan pertama kali,
termasuk almarhum Sunarjo, Djatikusumo sempat ikut sebentar, Juwahir dari
Semarang, ya ada kira-kira 40 orang dari bekas perwira gyugun dari seluruh
Jawa. Saya tidak ingat tanggal pembentukannya. Yang jelas, kira-kira sesudah
17 Agustus 1945, sebelum 5 Oktober 1945. Lalu saya didik sekitar seminggu
untuk aplikasi intelijen, terutama untuk informasi, sabotase, dan psywar.
Bukan aplikasi teori. Mereka saya rekrutmelalui alamat yang saya tahu, lalu
dipanggil melalui BKR. Tempat latihannya di Pasar Ikan, asrama pelayaran
yang saya pinjam melalui almarhum Untoro Kusmarjo dan Suryadi.

Dari situlah kemudian dibentuk organisasi yang bercabang-cabang. Cabang di
seluruh residensi, di seluruh Jawa. Pemimpinnya adalah yang ikut latihan
itu. Mereka harus berhubungan baik dengan BKR setempat serta organisasi
perjuangan setempat. Arahnya waktu itu, selain untuk mengumpulkan informasi
dari pihak musuh dan dari luar, juga mengadakan psywar.

Sementara saya terus membentuk sel-sel, saya juga membentuk pendidikan
intelijen, tak lama kemudian Amir Sjarifuddin pindah ke Yogya dan Moestopo
tidak lagi jadi menteri pertahanan, dia kembali ke Yogya. Karena PMC itu
ruangnya dianggap terlalu sempit, lalu diprakarsai oleh Moestopo, mula-mula,
saya menghadap Presiden Sukarno, bertemu dengan Amir Sjarifuddin, Pak Dirman
yang sudah terpilih sebagai panglima besar, lalu dibentuklah badan Badan
Rahasia Negara Indonesia (Brani). Bagian dari Brani, dibentuk FP (Field
Preperation) . Saya ketuanya. Sebelumnya, PMC dibubarkan. Itu, kalau tak
salah, sekitar April 1946. Yang bertugas di lapangan adalah FP, yang
dibentuk di daerah-daerah.

Sewaktu masih PMC, tugas utama selain menghadapi musuh juga mengembangkan
arti Republik Indonesia. Lalu kita kirim ekspedisi ke Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, pada akhir tahun 1945.

Kahar Muzakkar sendiri dulu datang pada saya untuk mengembangkan pasukan di
daerah, di seberang. Lalu saya tanya, orangnya dari mana. Dia bilang,
diambil dari Nusakambangan. Kemudian, penjahat berat itu, termasuk yang dari
Sulawesi Selatan, orang Bugis maupun dari Timor, direkrut. Ada ratusan orang
yang dia bawa. Lalu mereka dibawa ke Pingit, di barat Yogya, untuk dilatih
beberapa bulan. Sementara itu, oleh Bung Amir dibentuk Biro Perjuangan.
Kahar Muzakar beralih ke Biro Perjuangan. Sungguhpun saya tidak begitu
setuju, saya anggap Biro Perjuangan seperti di Surabaya itu tidak akan
terkendali dengan baik. Tapi karena Kahar Muzakkar menghendaki, ya saya
iyakan.

Memang, kami juga menyelundupkan senjata dari Singapura, tapi sedikit. Itu
dilakukan oleh organisasi kami di Sumatera yang ada di Kuala Enoh atau Kuala
Tungkal. Penyelundupan itu untuk membantu operasi.di Kalimantan yang di
bawah pimpinan Mulyono. Termasuk di dalamnya Cilik Riwut. Jadi, boleh
dikatakan, organ intelijenlah yang pertama mengembangkan secara riil
beroperasi ke seluruh Indonesia. Ada juga yang tertangkap. Saya juga
mengirimkan dua kapal ke Maluku dari Tegal. Satu kapal tertangkap, satu
lolos. Pimpinannya Ibrahim Saleh, yang panggilannya Bram, yang kemudian ikut
dengan saya. Keponakan Latuharhary juga ikut.

Sedangkan Bambang Sunarjo (kini masih bekerja di majalah TEMPO - Red.) juga
ikut operasi intelijen semacam itu. Bambang Sunarjo dikirim ke Bali, bersama
Yasin. Kelompok mereka tidak tertangkap. Kalau yang ke Maluku itu sebagian
memang tertangkap. Sedangkan yang ke Sulawesi, dipimpin Warsito, tidak
tertangkap. Kelompok Warsito, di dalamnya termasuk Wolter Mongisidi, ikut
orang saya. Maksud saya mengirimkan orang-orang ke seluruh Indonesia itu
memang untuk membangkitkan pemberontakan terhadap kolonial. Dan itu tidak
diharapkan untuk menang.

Intelijen itu dasarnya, kesatu, dia harus obyektif, kedua. harus pandai
menilai suatu benta, untuk mencari obyektivitas, ketiga, harus memberitakan
apa adanya. Tidak boleh disimpan. Tapi jangan lupa dengan nilai. Sesudah
itu, kita harus security minded, dan intelijen itu harus tanpa pamrih. Total
abdi mutlak. TNI masih bisa dapat bintang, naik pangkat, kalau mati masih
bisa dimakamkan di makam pahlawan. Kalau intelijen, tidak boleh begitu. Dia
harus betul-betul mengabdi, semata-mata untuk negara dan orang banyak.

Waktu di FP atau Brani, saya kebanyakan menggunakan pelajar. Selain itu,
juga bekas dari Seinen Dojo atau Yugekki. Yugekki ini suatu kumpulan gerilya
di Salatiga. Jadi, semacam pasukan gerilya, tapi lebih bersifat politis.
Termasuk di dalamnya Bambang Supeno di Malang, Kusno Wibowo. Jadi, seperti
Dirgo, Sakri, Suprapto bekas gubernur, Tjokropranolo, itu bekas Yugekki.
Mereka banyak ikut dengan saya.

Mereka direkrut tanpa klasifikasi. Hanya dilihat sekolahnya, lalu dilatih.
Semuanya pada awalnya dididik di Pingit. Semua. Pada waktu itu, kita bisa
membentuknya di seluruh Jawa ini sedemikian rupa seperti jaringan laba-laba.
Ya, semacam pembelahan sel. Jadi, semua gerakan kita ketahui. Makanya, PKI
tidak senang pada saya. Sebab itu, diakali untuk dibubarkan, ataupun saya
ditempatkan di bawah. Waktu pembentukan Kementerian Pertahanan Bagian V (KP
V), saya di bawah. Kepalanya Abdulrahman.

Karena mereka tidak bisa menguasai saya, FP dan Brani dibubarkan. Sementara
itu, Bung Amir sudah punya alat sendiri, yakni Badan Pertahanan B, di bawah
pimpinan. kalau tak salah, Sukardiman bekas komisaris polisi. Dalam rangka
konsolidasi politik Bung Amir, Badan Pertahanan B ini dibubarkan, Brani juga
dibubarkan, kemudian dijadikan satu. Langsung di bawah Kementerian
Pertahanan. Waktu itu Bagian V (KP V), jadi langsung di bawah Amir
Sjarifuddin, sebagai menteri pertahanan. Saya jadi wakil Abdulrahman. Di
situ ikut orang-orang PKI, seperti Fatkur, Tjugito. Jadi, saya mengalami
beberapa kali pembubaran. Ada yang karena kebutuhan organisasi, tapi ada
juga karena politis, karena orang tidak bisa menguasai saya.

Sewaktu FP dan Brani, itu memang langsung di bawah Bung Karno, lalu saya
dipisahkan dari Bung Karno, oleh Amir Sjarifuddin. Memang, pada saat itu,
saya salah satu pejabat yang bisa langsung melapor pada Bung Karno di kamar
tidurnya. Jadi, karena itulah saya dicegah ketemu dengan dia. Selain secara
organisasi saya tidak ada hubungan dengan Bung Karno lagi, saya selalu
dicegah ke istana. Saya tidak bisa semudah dulu lagi. Karena ada Sugandhi.
Gandhi MKGR itu. Dia itu aliran kiri, dari kelompok sosial Mahameru.
Sugandhi jadi ajudan II Bung Karno. Ajudan I Moerahardjo. Pokoknya, di
antara dua orang itu. Pak Moerahardjo, itu saya yang memasukkan. Karena itu,
Gandhi tak menyokong saya kalau mau ketemu Bung Karno. Gandhi tak menentang
saya, tapi ada bawaan-bawaan lain. Jadi, Brani dibubarkan dijadikan KP V
yang di bawah Amir Sjarifuddin. Kepalanya Abdulrahman, dia orang komunis,
bekas angkatan laut, dari Australia. Sebagai wakil, saya memegang bagian
eksekutif.

Pada saya diperbantukan Fatkur dan ada lagi orang tua. tapi saya lupa
namanya, dia komunis. Di situ saya tahu praktek-praktek PKI. Bagaimana cara
PKI menghantam lawan politiknya, dengan tidak memakai kekuatan sendiri.
Pinjam kekuatan lain untuk menghantam lawannya. Kalau mau dibilang, laporan
tentang Sukiman - Masyumi toh lawannya - bertubi-tubi kepada saya. Tapi saya
cek, tidak betul. Itu terus-menerus, tidak habis-habisnya buat laporan,
sungguhpun laporannya tidak betul. Itulah cara PKI.

Akibat Renville, Bung Amir tidak jadi perdana menteri. Kabinet jatuh pada
Bung Hatta. Lalu ada Re-Ra dan ada Undang-Undang Pertahanan. Maka, bubarlah
KP V itu. Dibentuk SUAD-I. Saya ditunjuk jadi kepalanya, merangkap sebagai
kepala MBKD-I. Di situlah saya ketemu dengan Nasution yang sebagai Panglima
PTTD (Panglima Tentara Teritorium Djawa). Waktu itu, Kepala Staf Angkatan
Darat dipegang Djatikusumo. Waktu Re-Ra itu, semua diturunkan pangkatnya
satu tingkat. Saya jadi letnan kolonel.

Selesai Agresi II, MBKD-I dipindahkan ke Kementerian Pertahanan. Menjadi
intelijen Kementerian Pertahanan. Sifatnya agak tertutup. Kalau ke luar,
kami memakai nama Biro Redaksi. Kalau ke dalam, namanya IKP (Intelijen
Kementerian Pertahanan), di bawah Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku
Buwono IX, dengan kepala stafnya Simatupang. Markasnya ya di Jalan Merdeka
Barat itu. Itu tahun 1950. Hingga sampai timbul Peristiwa 17 Oktober 1952.

Yoga Sugama sendiri mula pertama ikut dengan saya sejak Re-Ra pertama di
Yogya di KP V, lalu di SUAD I. Sedang Sutopo Yuwono, sebelum itu, sudah ikut
saya sejak PMC. Kalau Aswismarmo, ikut saya sama-sama dengan Sutopo Yuwono.

Sampai tanun 1950-an pendidikan masih bersifat aplikasiintelijen, untuk
lapangan. Sesudah itu baru diadakan pendidikan tersendiri, semacam advanced
course bagi tenaga-tenaga yang sudah berpengalaman, termasuk Karno
Hadiwibowo. Pendidikannya di Kaliurang, Yogya. Jadi, bagi yang sudah
berpengalaman dan punya jabatan di intelijen, itu dididik di Kaliurang,
berganti-ganti, liching per lichting. Sesudah itu ada lanjutannya, berupa
pendidikan kader khusus. Yakni kader intelijen yang utuh. Itu tidak banyak,
ada sekitar 12 orang.

Pendidikan itu tidak memakai tenaga dari luar negen. Saya memperdalam
intelijen sendiri. Dengan adanya badan pendidikan itu, saya punya kesempatan
mempelajan bermacam-macam buku. Malah saya mempersiapkan intelijen itu
sebagai ilmu tersendiri. Tapi tak sampai demikian, lalu bubar setelah
peristiwa 17 Oktober 1952 itu. Waktu mau dibubarkan itu, saya mendatangi
Simatupang. "Semua boleh bubar, asal pendidikan ini jangan," kata saya. Tapi
dibubarkan juga. Ya, sejak itu saya tidak aktif lagi di intelijen. Setelah
jadi buron, lalu jadi Wa-KSAD itu. Intelijen lalu dipegang orang lain.

Soal Bambang Utoyo

Tidak betul saya mengancam mau menembak Bambang Utoyo. Mengapa saya menolak
Bambang Utoyo, soalnya bukan karena Bambang Utoyo. Tapi karena soal kabinet
Ali Sastroamidjojo. Terlalu mempolitisir keadaan. Soalnya, dengan Piagam
Yogya. dihasilkan beberapa rumusan, termasuk personalia. Di situ disebutkan.
orang yang sehat badan dan pikiran dan sehat wataknya. Dan berpengalaman.

Waktu itu saya menjadi penjabat KSAD. Bambang Sugeng sudah berhenti. Bambang
Utoyo sebelumnya telah membuat surat untuk berhenti, minta pensiun karena
sakit gula. Dia buat surat resmi minta berhenti, karena tidak tahan dengan
penyakitnya itu. Sementara itu, memang Iwa Kusumasumantri ada minat untuk
mengangkatnya jadi KSAD, termasuk Bachrun Panglima Jawa Tengah. Saya
menantang Pak Iwa, karena dia seolah-olah seperti dagang sapi. Di sana
janji, di sini janji. untuk jadi KSAD. Termasuk Bachrun dan Sudirman.
Kemudian, Bambang Utoyo diangkat oleh A. K. Gani dari PNI. Bambang Utoyo
(Panglima Teritorium Sumatera Selatan) datang ke Jakarta. Dia melapor. "Saya
ditawari oleh A.K. Gani untuk jadi KSAD. Tapi saya tidak bisa menerimanya,
Kolonel. Tidak mungkin," katanya pada saya. Setelah dia kembali ke
Palembang, dia membuat kawat pada saya bahwa dia tidak bisa menerima jabatan
itu. Tapi kemudian, oleh Pak Iwa dan Ali, dia dipaksa menerima jabatan itu.
Padahal, dia tidak mau menerima.

Jadi, yang saya hadapi bukan Bambang Utoyo-nya. Tapi kabinet Ali. Sungguhpun
saat itu Bambang Utoyo tidak aktif jadi KSAD, kami beri lambang. Di situ
disepakati - supaya jangan terlalu banyak ikut campur tangan politik -
memang dibicarakan, jangan sampai Bambang Utoyo masuk ke MBAD. Dan Bambang
Utoyo waktu itu diberi tahu. Bukan untuk dibunuh. Saya tidak pernah
menggertaknya. Saya tidak suka tindakan itu.

Sebelumnya saya jelaskan pada Bung Karno selaku presiden. "Tidak bisa
dipertanggungjawabk an, Bapak Presiden," kata saya. "Yang bersangkutan
sendiri tidak mau. Ini kawatnya. Kedua, kan Bapak Presiden sendiri
menyetujui rumusan kami di Yogya. Ditambah juga soal gangguan keamanan.
Bagaimana saya bisa mempertanggung jawabkan? Jadi, kalau misalnya Bapak
Presiden menghendaki juga, silakan pangkat saya ini dicabut. Silakan
dicabut."

Nah, di situ Bung Karno tidak sampai hati. Waktu saya bilang begitu, dia
berdiri, lalu pergi. Waktu itu, Bung Karno dengan segala caranya. Dia pakai
hadis dan segalanya untuk mempengaruhi saya. Tidak. Nah, setelah ada tuduhan
di luar, seolah-olah saya yang mau. Tidak. Itu tidak mungkin. Yang saya
usulkan yang lain. Termasuk Nasution.

Mula-mula memang saya tidak terpikir untuk mengusulkan Nasution, karena Nas
sudah ke bidang politik. (Nasution mendirikan IPKI Red). Tidak terpikir.
Tapi, waktu itu Harsono Tjokroaminoto, Wakil Perdana Menteri, memanggil
saya. Lalu saya tanya kepada Nas. Tiga kali saya datang pada Nas. Waktu saya
datang ketiga kalinya, baru Nas mau menerima. Saya bilang, "Pak Nas, terima
sajalah," kata saya. Nasution menjawab, "Boleh saya terima. Dengan syarat,
semua panglima bisa menerimanya. " Saya bilang, "Tidak mungkin. Kalau semua
panglima dianggap menerima, tidak mungkin," kata saya. "Tapi saya yang akan
bertanggung jawab. Saya akan menjaga untuk tidak terjadi apa-apa," kata saya
pada Nas. Baru dia terima. Baru saya ubah dan tambah, calon untuk jadi KSAD
adalah Nasution. Malam itu juga sampai pada kabinet. Besoknya disetujui.

Peristiwa 17 Oktober 1952

Pada Konperensi Meja Bundar KMB), ada yang menganut garis keras dan ada pula
garis lunak. Kebetulan, yang menganut garis keras itu banyak yang berasal
dari bekas Peta. Terutama ketika melihat kehadiran MMB Misi Militer Belanda.
Kehadiran itu dianggap terlalu berlebih-lebihan. Termasuklah Bambang Supeno
ini. Bambang Supeno melihat MMB ini terlalu mendalam peranannya.
Kelihatannya dari pihak Siliwangi dan Nasution terlalu mendekat dengan
mereka. Bambang Supeno menganggap MMB ini terlalu berlebihan gerakannya,
sedangkan semestinya MMB itu hanya alat teknis sebagai penasihat. Itu
tanggapan Bambang Supeno. Itu juga pendapat sejumlah bekas Peta.

Sedang kelompok Nasution dan Siliwangi menganggapnya tidak demikian. Dalam
rangka ini, Bambang Supeno mengeluarkan pendapat-pendapat. Sementara itu,
memang ada perubahan-perubahan jabatan di Angkatan Darat. Memang Nasution
akan sekolah di luar negeri, rencananya. Tapi belum fixed. Pendapat Bambang
Supeno itu, maunya ada perubahan begitu rupa, jangan sampai MMB itu terlalu
berkuasa. Hendaknya gerak MMB itu dibatasi. Jangan semau-maunya dia. Kalau
boleh dikatakan, unsur MMB bukanlah unsur yang paling utama, tapi unsur
patriotisme yang paling diutamakan. Akibat pendapat Bambang Supeno itu,
timbullah bermacam-macam guncangan. Ada pihak yang setuju, ada pula pihak
yang tidak setuju.

Dalam hal ini, saya lihat, sikap Angkatan Darat terlalu keras. Kalau menurut
saya, tidak memberi kesempatan untuk bisa omong. Bambang Supeno langsung
diambil tindakan. Konflik memuncak sedemikian rupa, hingga muncul
blok-blokan. Di sini, yang saya anggap tidak wajar, pihak Angkatan Darat
mengambil hukuman, Bambang Supeno dinon-aktifkan. Setelah itu dikucilkan.
Kasarnya, Bambang Supeno dikeroyok beramai-ramai.

Jadi, saya lihat, dalam keadaan begitu, saya anggap tidak adil untuk Bambang
Supeno itu. Waktu itu, saya memang memihak pada Bambang Supeno. Pihak
Angkatan Darat tidak senang pada saya. Waktu itu saya kepala intelijen
BISAP, Biro Informasi Staf Angkatan Perang. Saya sempat bilang sama
Simatupang, "Itu urusan Angkatan Darat. Sebaiknya kita jangan ikut campur
sebagai Kementerian Pertahanan." Tapi tidak bisa. Keadaan sudah memihak
mereka. Saya tidak mau memihak mereka.

Bambang Supeno membuat surat ke mana-mana. Jadi, bukan semata-mata pada DPR.
Dia memang sudah dikucilkan. Jadi, harus buat apa lagi? Dia sudah
dinonaktiflkan. Sebelumnya, dia kan Kepala Staf Teritorium Jawa. Kasarnya,
dia jadi perwira luntang-lantung. Setelah surat itu, Bambang Supeno diundang
rapat, bukan untuk diajak diskusi, tapi seperti pesakitan diundang jaksa.

Zainul Baharuddin, keponakan saya, Ketua Seksi Pertahanan di DPR, mengajukan
pada teman-teman lainnya. Gol, sampai ada mosi tidak percaya pada pimpinan
DPR. Oleh Angkatan Perang, mosi itu dianggap terlalu jauh mencampuri.
Rupanya, pihak mereka (Nas maksudnya - Red.) tahu Bung Karno memihak pada
pihak yang emoh pada MMB itu. Dalam hati kecilnya, Bung Karno itu tidak
seratus persen mengikuti MMB itu. Itu saya tahu. Bung Karno bersimpati pada
sikap Bambang Supeno itu. Bung Karno memang suka garis keras, artinya
revolusioner. Sedangkan Bung Hatta berpihak pada kelompok yang kompromistis,
kelompok lunak. Maka, timbullah polarisasi.

Angkatan Darat, karena merasa penasaran, lalu mengusahakan gerakan massa,
meminta bubar DPR itu. Sebelumnya memang saya tahu ada rapat yang dipimpin
Gatot Subroto yang membuat pernyataan. Statement itu merupa kan suatu
kehendak dengan suatu tekanan-tekanan kera Kalau boleh dibilang dengan
ancaman halus, menuntu perubahan. Saya lalu memberitahukannya pada Bung
Karno, melalui Pak Moerahardjo, ajudan Bung Karno Jadi, Bung Karno sudah
siap-siap. Hal itu saya sampaikan pada Bung Karno pada malam sebelum
kejadian itu.

Malamnya, sewaktu saya telepon Pak Moes, dia marah marah pada saya. Katanya
dia sudah teken mati. Tap karena saya kenal baik dengan dia, waktu saya
bilanl begitu, dia terpikir juga. Pak Moes sebenarnya sudal patah semangat
untuk menggerakkan massa untuk esok pagi harinya. Massa itu memang direkrut
oleh Pal Moestopo.

Waktu gerakan itu itu terjadi, orang-orang saya sempal masuk di antara
mereka. Kasarnya, waktu itu massa dibawa untuk menakut-nakuti Bung Karno.
Orang-oran saya itu saya tempatkan di antara massa itu. Sedangkan Bung Karno
sudah tahu masalahnya, jadi dia tidak gugup menghadapinya. Nah, pada waktu
Bung Karno keluar untuk menghadapi massa, mereka yang mestinya mengatakan,
"Turun DPR . . .! Hantam DPR . . .!", malah sebaliknya mereka berteriak,
"Hidup Bung Karno . . .!" Kalau saya ingat kembali, saya jadi, ... lucu ...
ha-ha-ha. Orang-orang saya berada di beberapa sudut, di antara massa itu,
lalu mereka teriak, "Hidup Bung Karno ..." Maka, massa yang masih muda-muda
itu ikut semangat berteriak, Hidup Bung Karno. Jadi, berubah sama sekali . .
. ha-ha-ha. Memang itu saya yang buat. Jadi, mereka jengkel sama saya . . .
ha-ha (Zulkifli Lubis tak putus-putusnya tertawa terpingkal-pingkal
menceritakan bagian ini ).

Kemal Idris memang yang menghadapkan meriam ke istana itu. Saya sejak dulu
memang sahabat baik Kemal. Tapi pada peristiwa itu, kami berdua tidak
bersahabat . . . he-he. Kami berbeda pendapat, karena Kemal terbawa oleh
penjelasan dari kelompok Nasution dkk. Sungguhpun kemudian nantinya Kemal
berubah. Waktu itu saya tidak ketemu Kemal.

Ada usaha-usaha untuk mem-pressure Bung Karno, saya tidak setuju dengan
tindakan itu. Soalnya, ketahanan kita waktu masih lemah. Masih banyak person
yang harus didudukkan. Saya anggap belum waktunya untuk berbuat begitu.
Memang, karena saya membuat keadaan massa berubah sama sekali itu, saya
dijadikan sasaran Nasution dkk. Saya kan mau ditangkap oleh kelompok
Nasution hari itu juga. Saya kemudian lari. Waktu itu saya di rumah di
Tosari. Saya lari ke tempat teman-teman saya. Saya memang mau diculik.

Waktu itu saya memang pro-Bung Karno. Saya lihat, waktu itu, sebenarnya Bung
Karno itu orang yang terbuka. Sebenarnya dia itu orang yang demokrat.
Terbuka dan tidak pendendam. Sungguhpun pada akhirnya Bung Karno banyak
membuat tekanan pada saya, saya tetap mengaguminya. Dia orang yang bisa
menanggapi pikiran-pikiran. Cuma, orang tidak berani omong sama dia. Dalam
menghadapi kolonialis Belanda, saya memang sependapat dengan Bung Karno.
Kita memang harus bersikap berani.

Nah, waktu saya lari mau diculik itu, kemudian BISAP dibubarkan oleh
Simatupang. Yang saya dengar, Nasution oleh kelompok 17 Oktober ini dianggap
kurang kuat. Itu yang saya dengar di luar. Terus, oleh kelompok di sendiri,
Nasution dianjurkan untuk non-aktif. Dia menerima. Pimpinan angkatan darat
lalu dipegang oleh Soetoko.

Timbulnya istilah Dokumen Lubis itu, karena sebagai intelijen saya wajib
memberikan laporan. Namanya Radep - Raport Departemental. Itu confidential.
Waktu itu keadaan tegang. Intelijen kan tidak boleh diam saja. Saya harus
membuat laporan tertulis. Semua apa yang saya dengar saya tulis. Lalu saya
kirimkan pada Departemen Pertahanan. Namun, ada klasifikasinya. Apakah
laporan itu bisa dipercaya atau tidak. Nilainya A,B,C, dan seterusnya, atau
1,2,3, dan seterusnya. Dalam dokumen itu, ada macam-macam berita.

Isu di luar memang menganggap Nasution dkk. mau menggulingkan pemerintah. Di
luar punya tanggapan begitu. Memang, kalau dilihat aktualnya, memang masuk
di akal. Gerakan massa lalu meriam mengarah ke istana. Itu kan seperti
kejadian Nasser di Mesir sebelumnya. Iya to? Anggapan orang itu masuk di
akal. Laporan saya pada Departemen Pertahanan itu masuk dalam klasifikasi:
belum dapat dipercaya. Kalau tidak salah, nilainya 3 atau 4. Saya lupa
nomornya. Laporan dokumen itu saya berikan pada sehari setelah kejadian 17
Oktober 1952 itu. Besok harinya. Laporan itu saya berikan pada Menteri
Pertahanan, KSAP, lalu KSAD. Sifatnya rahasia.

Kemudian dokumen itu tersebar ke luar, itu bukan karena saya. Mungkin -
karena saat itu ada kelompok-kelompok - ada yang menyampaikannya ke luar.
Saya tidak tahu. Mungkin Nasution mau memukul saya. Kalau Nasution
menyebutnya Dokumen Lubis, itu tidak ada. Dokumen itu tidak pakai nama.
Tidak ada tanda tangan saya. Radep memang biasa begitu, karena rutin.
Walaupun tidak ada tanda tangan saya, mereka tahu dari saya, karena dari
oranisasi saya. BISAP.

Sebagai intelijen, kami mendapat informasi dari luar. Saya beritahukan apa
adanya pembicaraan di luar. Di luar mempunyai tanggap begitu. Kup. Itu saya
sebut. Tapi kita sebut dalam nilainya, bahwa anggapan itu tidak kuat. Nilai
itu dibuat di antara dua kurung. Di samping itu, kalau saya dikatakan Nas,
bahwa saya tidak disiplin pada Simatupang, sekarang mari kita bertanya pada
diri kita. DPR itu kan diakui oleh Undang-Undang Dasar. Iya to? Puncak
kesetiaan disiplin adalah Undang-Undang Dasar. Sumpah prajurit mengatakan,
bukan patuh pada Simatupang, atau pada Bung Karno. Tidak. Tapi patuh pada
Undang-Undang Dasar. Jadi, ya, menuntut bubarnya DPR, di mana DPR diakui
Undang-Undang Dasar, berarti melanggar sumpahnya. Hilang kewajiban massa
untuk menurut. Hilang. Tapi kenapa Nasution menyebut begitu, memang masuk di
akal. Karena didikan Belanda memang begitu. Patuh pada Ratu Wilhelmina.
Patuh pada Ratu Juliana. Ada personifikasinya.

Kalau saya, tidak. Setia dan patuh pada Undang-Undang Dasar. Tidak ada
disebut patuh pada atasan. Bukan berarti kalau atasan korup kita harus patuh
dan setia. Tidak bisa begitu. Atasan itu harus menjadikan contoh. Jadi,
kalau saya dikatakan melanggar disiplin, itu tidak betul. Karena puncak
kesetiaan adalah pada Undang-Undang Dasar.

Di waktu itu, Nasution tidak ada bicara apa-apa tentang itu, karena dia kan
dinon-aktifkan. Pembicaraan itu kan baru-baru ini saja. Malah saya ketemu
dengan Nasution sesudah dia non-aktif. Ada kelompok Tapanuli Selatan, kami
disuruh damai. Saya ketemu dengan Nas. Itu di rumah Aminuddin Lubis. Waktu
kami bertemu, kami saling mengisi. Tidak berdebat. Tapi mungkin dia tidak
mau berdebat karena tidak berkuasa lagi . . he-he. Jadi, tidak
tegang-tegangan. Waktu itu saya juga sama-sama non-aktif, karena BISAP
dibubarkan juga. Jadi, mungkin karena sama-sama non-aktif, buat apa main
keras-kerasan, ha-ha-ha.

Peristiwa Cikini

Nah, karena muncul bermacam-macam pemberontakan daerah, timbul suatu maksud
Perdamaian Nasional. Artinya, segala macam selisih akan dikuburkan. Dalam
rangka Perdamaian Nasional itulah mereka itu ingin ketemu saya. Waktu itu,
sudah ditentukan, Sudirman - ayah Basofi Sudirman - dan Mokoginta mau
bertemu saya.

Saya tahu bakal ada Konperensi Nasional itu dari surat kabar, di mana
Sukarno dan Hatta akan hadir dan teman-teman lainnya. Kemudian, ada yang
datang memberitahukan pada saya. Saya diminta untuk bisa bertemu dengan
Sudirman dan Mokoginta. Pertemuan itu akan dilangsungkan tepat pada hari
kejadian Cikini itu, mestinya. Saya bersedia bertemu. Nah, itu maksud
Konperensi Nasional itu, sava beritahukan pada teman-teman yan berhubungan
pada saya, supaya jangan berbuat kekerasan. Sebab. pikiran saya berpegang
pada ajaran Nabi Muhammad; Kalau ada kehendak damai, kita harus terima.
Jadi. segala bentuk kekerasan tidak diperbolehkan. Itu yang say tekankan.
Itu saya beritahukan melalui teman-teman saya termasuk Ibrahim Saleh,
asisten saya yang juga ikut buron yang juga ikut buron.

Maksud pertemuan itu untuk berbicara bagaimana pikiran-pikiran saya. Saya
sudah siap. Nah, ketika esok harinya akan bertemu itu, tahu-tahu terjadi
Peristiwa Cikini itu. Saya jadi kecewa sekali. Tidak betul kalau peristiwa
Cikini gara-gara saya. Malah saya mencegah segala kekerasan. Ibrahim Saleh
tahu itu. Malah pada orang berbuat pada Peristwa Cikini itu, juga saya
beritahukan. Waktu kejadian itu, saya sedang berada di Cideng, di tempat
Kolonel Prajitno. Sekarang dia sudah meninggal. Saya mengetahui peristiwa
itu dari radio, malam hari di Cideng itu. Saya juga heran, siapa yang
berbuat begitu.

Pada waktu itu saya katakan pada Ibrahim Saleh, "Ini pasti kita kena tuduh,"
kata saya. Itu memang biasa. Sebab, saya masih buron. Sungguhpun itu berbeda
sekali. Eh, tak lama kemudian, sekitar satu jam lebih, datanglah Ismail,
anak Sumbawa yang dihukum mati karena Peristiwa Cikini itu. Bram - panggilan
Ibrahim Saleh, orang Sunda, istrinya orang Minang - mau memukul Ismail. Dia
mau memukul, karena kenapa melanggar perintah. Kan sudah ada penntah jangan
berbuat kekerasan. Tapi saya cegah. Saya bilang, kalau terjadi, ya sudahlah.
Kembalikan saja pada Tuhan.

Pada waktu Ismail pulang mengajar - Ismail ini guru dan juga pramuka - dia
bercerita pada saya, "Pak, pada waktu saya pulang mengajar, saya lewat di
depan Sekolah Cikini. Saya lihat mobil Bung Karno. Bung Karno di dalamnya.
Timbul dalam perasaan saya, ini kesempatan baik untuk berbuat."

"Kan ada perintah saya supaya jangan berbuat kekerasan?" kata saya. "Betul,
Pak. Saya ingat Bapak melarang jangan berbuat kekerasan. Tapi datang
dorongan perasaan saya untuk berbuat," katanya. Ceritanya lagi, sesampainya
di asramanya di Gang Ampiun dekat Pasar Cikini, di situ memang asrama anak
Sumbawa yang umumnya Islam, dia bilang sama ketua mereka, Saleh Ibrahim.
"Saleh Ibrahim melarang kami, Pak. Karena ada larangan dari Bapak Haji itu,"
kata Ismail. "Tapi kami yakin, itu kesempatan bagus untuk menghabiskan Bung
Karno. Kemudian Saleh Ibrahim menganjurkan kami untuk sembahyang istikharah.
Lalu kami sembahyang. Habis sembahyang itu, kami merasa lapang, Pak. Lalu
kami ambil granat."

"Granat siapa?" Tanya saya lagi. "Bekas granat simpanan Pak Nasuhi dulu -
Nasuhi bekas Wagub Ja-Bar. Kami terus ke Cikini, Pak. Waktu itu Bung Karno
mau keluar. Lalu kami lempar dengan granat. Bung Karno kena, lalu jatuh,"
kata Ismail.

Tak lama kemudian, Saleh Ibrahim datang. Dia bercerita kembali. "Memang,
Pak, mereka berkeras. Lalu saya suruh sembahyang. Saya bilang, tanyalah pada
Tuhan. Sementara mereka sembahyang, saya bermaksud datang pada Bapak untuk
memberitahukannya. Tapi sampai di depan UI Salemba, sepeda motor saya rusak.
Tidak bisa diperbaiki. Karena itulah saya terlambat ke sini. Itulah, sudah
terjadi. Sudah telat, Pak Haji," kata Saleh Ibrahim. Saya bertemu dengan
Ismail kira-kira 1 jam setelah kejadian. Saya katakan pada Saleh Ibrahim,
"Menyingkirlah. Sekarang kita kembalikan pada Tuhan." Dia pergi. Sejak itu
saya tidak ketemu-ketemu lagi.

Jauh sebelum kejadian Cikini itu, saya sudah lama kenal dengan Ismail dan
Saleh Ibrahim. Mereka itu masuk kelompok Islam. Saya kan dianggap seorang
tokoh yang dekat dengan Islam. Karena saya lama di intelijen, saya kan
banyak kenalan. Memang, saya kalau boleh dibilang, dianggap sebagai "ketua"
penentang Sukarno. Oleh golongan anak-anak muda ini, saya dipercayai. Saya
kenal dengan mereka sejak hampir mendekati pemilu 1955 itu. Nah, waktu
sebagai Wa-KSAD itu, mereka berusaha bertemu dengan saya. Saya dianggap
sebagai pemuka yang perlu didekati. Pada waktu peristiwa Bambang Utoyo
itulah, oleh mereka saya dianggap sebagai tokoh yang bisa menghadapi Bung
Karno.

Kelompok Ismail dan Saleh Ibrahim itu sebenarnya orang-orang haik. Tidak
merupakan orang jahat. Waktu di depan pengadilan pun, mereka mengakui bahwa
saya melarang untuk berbuat kekerasan. Kalau Sukendro mengatakan saya
terlibat dengan Peristiwa Cikini itu, tidak benar. Saya memang kenal
orang-orangnya. Tersangkut boleh saja. Tapi kalau saya dikatakan menyuruh
mereka itu, itu sangat keliru sama sekali. Memang, waktu itu, lawan-lawan
saya berusaha menuduh saya macam-macam. Waktu itu Sukendro masuk kelompok
Nasution.

Saya kira, berkas peradilan Peristiwa Cikini itu bisa dilihat kembali.
Bagaimana pengakuan mereka itu.

Ikut PRRI

Sesudah peristiwa itu, saya yang masih buron, lalu ke Palembang, terus ke
Padang. Saya ke sana untuk konsolidasi perjuangan, karena saya merasa satu
ide. Tidak ada yang mengundang saya. Sasaran perjuangan saya sama, dalam
arti ingin mengoreksi pemerintah pusat. Termasuk Nasution. Sama saya lihat.
Maupun dengan Dewan Garuda atau Dewan Banteng. Selama gerakan mereka itu,
mereka juga banyak berhubungan dengan saya. Baik yang di Sumatera Barat
maupun yang di Permesta, Sulawesi.

Saya ke Palembang kira-kira sebulan setelah Peristiwa Cikini. Say.. cuma
berdua dengan Bram. Di Palembang saya bertemu dengan Nawawi, Dahlan Djambek.
Pikiran saya bergabung dengan mereka itu, karena saya kecewa dengan
teman-teman yang sealiran yang ingin mengoreksi pemerintah pusat.
Teman-teman saya itu kebanyakan politisi. Di situ, saya lihat,
kesetiakawanan perjuangan tipis.

Di Palembang ada diskusi mengenai kelanjutan perjuangan, juga menyampaikan
informasi, juga mendengar informasi. Setelah itu, saya ke Padang. Di Sungai
Dareh, Sumatera Barat, semua berkumpul, baik dan Dewan Banteng, Garuda,
Husein, Vence Sumual. Pertemuan itu merupakan konsolidasi program perjuangan
selanjutnya. Kedua, bagaimana menghadapi pemerintah pusat. Dalam menghadapi
pemerintah pusat, di situ ada beberapa segmen dan segi yang perlu
didudukkan. Satu, bagaimana usaha mempertemukan kembali Dwitunggal
Sukarno-Hatta. Kedua, perlu ketegasan menghadapi angkatan perang. Dalam
menghadapi itu, disepakati konsolidasi bantu-membantu agar kuat menghadapi
pemerintah pusat. Segi politisnya, dibuat program perjuangan. Pertama,
dibuat program jalan damai. Kalau jalan damai tidak ada, akan diciptakan
pemerintahan tandingan. Umumnya, semua sependapat.

Pada pertemuan pertama di Sungai Dareh, politisi tidak ikut. Mereka ada di
situ. Tapi di ruang pertemuan, cuma tentara. Kalau tak salah, pertemuan itu
ada di sebuah sekolah. Setelah ada kesepakatan di kalangan militer, baru
pertemuan dengan kaum politisi, antara lain Pak Natsir, Pak Prawiranegara,
Pak Burhanuddin Harahap. Pak Sumitro Djojohadikusumo waktu itu belum ada.
Waktu itu belum dibentuk PRRI. Masih dalam taraf mengajak kembali
Sukarno-Hatta sebagai Dwitunggal. Kita mengirimkan delegasi ke Jakarta, tapi
saya lupa namanya. Tapi tidak berhasil. Lalu diadakan pertemuan di Padang.
Juga begitu. Dikirim lagi delegasi jalan damai. Tapi delegasi itu tak sempat
jumpa. Tidak berhasil.

Kenapa saya ikut PRRI atau ikut dengan kelompok Zuchro, alasan saya begini.
Memang benar saya ikut konstitusi. Tapi, di atas konstitusi itu, ada lagi
kebenaran. Sebab, saya lihat yang lain itu tidak benar, maka itu saya
tantang. Konstitusi itu benar. Tapi saya lihat sudah mereka itu sudah tidak
benar lagi. Jadi, harus dirombak. Jangan didiamkan. Jalan lain tidak ada.
Sungguhpun melawan konstitusi. Bagi saya, yang utama itu adalah keyakinan
pada yang benar.

Setelah saya uji, keyakinan saya itu benar. Kalau didiamkan, bisa rusak
negara ini. Sedangkan kalau menuruti konstitusi, kita bisa terbelenggu.
Ketidakbenaran Nasution dan kaum politisi waktu itu, yang saya lihat,
pertama, dalam arti mengembangkan politik yang stabil, dalam arti dalam
permainan politik maupun dalam menghadapi keamanan. Pada masa-masa itu,
keuangan negara sudah begitu berat. Lalu kita hadapi DI dengan kekerasan.
Mana mungkin. Bukankah akhirnya semua melalui jalan damai, to?

Dalam menghadapi DI, saya tidak setuju dengan jalan kekerasan. Harus dengan
jalan damai. Dan saya yakin, itu bisa. Kenapa saya yakin? Karena mereka itu
Islam. Kalau sudah jalan damai, berarti mesti bisa. Tidak mungkin tidak
Bukankah ajaran Islam begitu. Baik itu menghadapi Kartosuwiryo, Kahar
Muzakkar, dan Daud Beureuh. Harus jalan damai.

Sebab, saya anggap, timbulnya semua itu bukan karenasemata- mata mau
mendirikan negara dalam negara, pada hakikatnya. Tidak. Kemudian memang
berkembang begitu. Pada awalnya tidak. Semuanya karena kecewa. Karto Suwiryo
pernah kecewa dengan pemerintah pusat karena bersikap kompromostis. Daud
Beureuh juga begitu, karena kecewa dianaktirikan, kasarnya. Kahar Muzakkar,
apalagi. Karena tidak mau dianggap cuma gerombolan, jadi mesti ada bentuk
suatu negara. Supaya ada hukum yang berlaku pada mereka.

Saya lihat, pemerintah pusat, dalam menghadapi itu, bukannva mendudukkan
masalah pada yang baik, tapi malah untuk mendominasi. Makanya, saya lihat,
tindakan itu lebih banyak subyektivitasnya. Baik dari segi PNI-nya maupun
dari segi Nasution-nya. Kenapa Nasution berbuat begitu pada mulanya, saya
kira dia merasa belum yakin dengan kekuatannya, baik terhadap kaum politik
maupun terhadap angkatan darat. Mungkin, sesudah itu, dia merasa telah
mantap, baru dia mengambil suatu jalan yang pada mulanya sebenarnya dia
setuju dengan jalan damai. Makanya, dia setuju jalan damai dengan Daud
Beureueh, karena dia merasa sudah stabil kekuatannya.

Di PRRI itu, saya sebagai koordinator militer. Lebih banyak di bidang
koordinasi dan informasi, sebetulnya. Tidak merupakan command. Saya banyak
bergerak di Kabupaten Sijunjung, dekat perbatasan Jambi.

Kegagalan PRRI/Permesta itu, kalau saya lihat karena beberapa faktor. Faktor
pertama, kalau saya ambil dari segi metafisisnya, memang tidak clean.
Pejuang-pejuang di daerah itu juga tidak bersih. Masih ada akunya. Ada rasa
ingin dapat kuasa, ingin dapat harta. Tidak clean leadership. Belum. Kedua
keberanian itu tidak kelihatan. Hanya beberapa kelompok kecil yang berani.
Banyak yang lari kalau ketemu musuh. Ketiga, karena kami itu pencar-pencar.
Jauh-jauh. Di samping itu, segi materiil juga sangat terbatas.

Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa kami yang membuka jalan perang
saudara, itu tidak betul. Kami sadari bahwa kami lemah. Maka, ditempuh jalan
damai. Kita kirim beberapa delegasi. Tapi karena dibom, itu tak ada jalan
lagi. Ya, hadapilah apa yang bisa dihadapi. Memang, dalam perjuangan, siapa
saja yang kita anggap teman, ya, dijadikan teman. Kebetulan, Amerika paling
dekat, karena sama-sama antikomunis. Kita lihat, saat itu perkembangan
komunis mulai pesat di mana-mana. Karena itu, kami berusaha dekat mereka
itu. Saya sendiri secara pribadi tidak punya hubungan dengan Amerika.

Yang berhubungan, teman-teman dari Dewan Banteng dan Permesta. Saya
bermarkas di Kewalian Nagari Sungai Limau, di sebelah barat Sungai Dareh.
Anak buah saya yang aktif ikut saya cuma 3-4 orang. Memang kami latih 2
regu. Senjata cuma 2-3 buah.

Yang banyak berhubungan dengan pihak luar negeri seperti Amerika itu memang
tidak langsung Sumitro, tapi ada memakai jalur dia. Juga jalur Mister
Rasyid, dan jalur Simbolon. Pak Sjafruddin juga punya channel, tapi yang
bertanggung jawab dalam itu, ya Simbolon, sebagai Menteri Luar Negeri. Pak
Sjaf sebagai Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan. Saya tidak masuk
dalam kabinet itu.

***

Setelah diumumkan amnesti dan abolisi di radio, saya tidak membantahnya.
Saya menerima apa adanya. Saya termasuk yang terakhir turun. Saya bebas
setelah Orde Baru. Lalu saya tinggal di Bogor, hingga sekarang ini. Waktu
mula-mula bebas itu, saya berusaha jumpa dengan Bung Karno. Ada beberapa hal
yang ingin saya tanyakan padanya. Karena dia satu-satunya yang tahu segala
macam personalia kita. Saya yakin, Bung Karno akan mau bercerita pada saya.
Karena saya dulu dekat dengan dia. Saya minta izin pada Pangkopkamtib
Sumitro dan KaBakin Suprijono. Tapi tidak dikasih.

Setelah bebas, saya bermaksud menciptakan kerja intelijen di luar
pemerintah. Karena itulah pengalaman saya. Saya jumpa dengan Sutopo Yuwono,
Ali Murtopo. Kelihatannya ide saya diterima. Maksud saya membuat suatu
elemen yang komplementer pada badan intelijen resmi. Dalam rangka itu, saya
minta kesempatan keliling dunia untuk mengunjungi negara-negara komunis dan
nonkomunis serta yang antikomunis. Seluruhnya, ada setahun saya keliling.
Hampir semua negara saya kunjungi. Kesimpulan saya, di situ saya lihat,
dunia di masa yang akan datang ini tidak semata-mata ideologis, dasarnya.
Sudah banyak aspek teknologis. Menuntut perubahan. Kata Bung Karno, Panta
Re.

Waktu saya keliling dunia itulah, saya kenal Mr. Leet, Cina muslim. Dia
menawarkan usaha pasir untuk bangunan di Singapura. Maka, berdiri PT Riau
Timas ini. Lokasi proyeknya di Riau, karena dekat Singapura. Dari segi
keamanan, tempat itu baik sebagai tempat foolhold, karena pintu gerbang
masuknya komunis. Sekiranya komunis masuk, bisa diketahui. Di samping aspek
ekonomisnya, juga ada aspek sekuriti politisnya, perusahaan ini berada di
sana. Peralatan disediakan oleh pihak Singapura, yang dipotong dengan
produksi, sampai akhirnya peralatan jadi milik sendiri. Jadi, boleh
dikatakan, dari nol kapital, karena dibantu teman-teman saja, sekarang aset
perusahaan ini sudah mencapai lebih dari Rp 1 milyar.

Tak Mampu Lagi

Istri saya adalah adik kandung Sultan Kanoman, Cirebon. Ceritanya, waktu itu
semangat antifeodal. Jadi, para pemuda kita mau menghantam semua. Termasuk
di Solo dan Cirebon. Saya ikut membela. Di Solo juga begitu. Barisan Banteng
di Solo mau mengambil tindakan terhadap Keraton Solo. Saya cegah. Itu pun
saya dicurigai.

Sampai saya dipanggil Ketua Komisariat 111 di Solo. Waktu itu pemerintahan
di Solo bukan gubernur, tapi komisariat. Ketuanya Pak Suroso, kakak mertua
Nasution.

Saya tidak setuju dengan tindakan Bansan Banteng itu. Memang kita anti
feodal, tapi jangan mengambil tindakan semau-mau kita. Jangan anarki.
Akhirnya, Pak Suroso mengadu pada Bung Karno. Saya lalu dipanggil Bung
Karno. Sukarno tanya pada saya, "Bis, apa betul mencegah gerakan antifeodal
itu?"

"Betul, Pak. Saya mencegah bukan berarti saya pro feodal. Tapi jangan
anarki. Kita arus menurut hukum."

"Itu betul, Bis. Suroso, kamu salah," kata Bung Karno.

Pada suatu hari saya ditawari oleh Sultan Kanoman. Bukan saya cari perempuan
. . . he-he. "Bapak apa sudah beristri atau belum?" Belum, kata saya. Saya
lalu ditawari adik beliau. Tapi saya bilang, saya belum berminat berumah
tangga. Beberapa bulan kemudian, saya ditawari lagi. Lalu saya lapor pada
Bung Karno. "Bagaimana, Bung Karno. Apakah saya boleh berumah tangga?" Bung
Karno bilang, boleh saja.

Pernikahan saya di Linggarjati, pada saat pertemuan Linggarjati ada. Persis
pada waktu yang sama. Masih sempat saya lihat Bung Amir berenang di kolam
renang di Linggarjati. Di sana keluarga saya juga ikut berenang. Jadi, saya
dapat istri bukan cari-cari, tapi ditawari, ditawari. Istri saya namanya
Ratu Zainab. Beda usia kami 2-3 tahun.

Waktu PRRI, istri saya ikut. Katanya, dia tidak mau ditinggal. Dia kuat
jalan. Saya berjalan kaki dari Sungai Dareh masuk
hutan, terus keluar Sungai Abesia. Itu hutan. Orang rumah saya, kakinya
sudah bengkakbengkak. Sesampainya di Bidara Alam, sebelum Tanjung Gadang,
saya ditemui Wali Nagari Bidara Alam. Dia memberikan dua tongkat untuk
dipilih. Saya di sana dikenal sebagai Pak Haji. Ada cerita yang mengatakan
saya bisa menghilang dan sebagainya. Jadi, banyak orang mau kenal, termasuk
Wali Nagari ini.

Anak saya sembilan yang masih hidup. Lima pria, empat wanita. Dari lima pria
itu, empat orang sarjana teknik. Yang perempuan, keempatnya sudah berumah
tangga. Paling kecil, anak perempuan, masih kuliah di Kedokteran Yarsi.
Menantu saya, baik laki-laki atau perempuan, semua suku Jawa dan Sunda. Anak
saya semuanya saya larang jadi militer. Cukup saya saja. Mudah-mudahan, anak
saya sekarang bisa berdiri sendiri. Bukan karena saya bantu. Tidak ada model
relasi. Mereka harus bisa berdiri sendiri.

Sehari hari sekarang saya banyak membaca. Karena itu, saya juga banyak
kecewa, karena tidak clean. Kurang demokratis. Menurut saya, pemilu itu
jangan lagi pakai tanda gambar lagi. Itu sudah kolot. Kita sudah maju.
Kenapa India itu bisa berdasarkan orang? Memang ada yang khawatir, kalau
orang yang dipilih, nanti kiai-kiai yang dipilih. Kiai itu kan juga
bersekolah. Kiai itu juga intelektual. Dia itu pemimpin rakyat. Tapi apa
salahnya?

Kegiatan saya sehari-hari, setiap pagi saya bangun jam tiga atau jam
setengah empat paling lambat. Saya sembahyang tahajud. Terus, tak berhenti,
lalu berzikir hingga sembahyang subuh. Setelah itu saya gerak badan. Saya
melakukan gerak pernapasan, tapi dengan zikir. Bukan dengan cara
waitangkung- waitangkung itu. Lalu saya menggerakkan kepala, tangan, terus
kaki. Selesai itu, saya mandi, lalu ke kantor.

Biasanya, pagi saya keliling ke departemen-departem en. Kita kan pengusaha.
Jadi, harus dekat dengan pejabat. Apalagi sekarang ini kan pejabat kita
public service-nya kurang. Mesti dihormati. Bukan seperti di Malaysia. Kalau
di sana memang "budak rakyat". Pejabat kita kan belum menjadi public
servant. Belum. Masih jauh itu.

Jadi, kalau saya disuruh tunggu, ya tunggu. Memang ada sesama teman-teman
saya bekas tentara tidak tahan begitu. Ya, memang harus datang pada pejabat
yang lebih muda usianya, yang tidak tahu soal perjuangan malah, eh,
tahu-tahu harus dihormati. Memang kadang-kadang menyakitkan. Tapi kegiatan
itu saya ikuti.

Saya pulang ke rumah mendekati magrib. Membaca surat kabar. Kalau dulu,
paling cepat pukul 12 malam saya tidur. Sekarang ini, pukul setengah sepuluh
sudah tidur. Kalau bangun pagi itu, memang dari ajaran orangtua saya.
Katanya, "Siapa yang bangun pagi, emas sudah ada di mulutnya." Sungguhpun
dulu ketika saya masih punya jabatan, saya harus tidur pukul 2-3 malam
karena banyak kerja, pukul 5 pagi saya sudah bangun.

Biasanya, hari Minggu saya kumpul dengan cucu di rumah saya di Bogor. Saya
memang suka anak-anak. Bawa jalan-jalan. Kalau ada duit, bawa jalan-jalan
cucu, terkadang ke Puncak, terkadang ke laut. Berkumpul dengan keluarga,
memang pada hari Minggu. Hari lain tidak sempat.

Filsafat hidup saya cuma dua. Pertama, berpegang teguh pada kebenaran, dan
amalkan kebenaran itu. Kedua, berbuat sebanyak mungkin pada orang lain.

Dari apa yang kita cita-citakan dulu waktu berjuang, sekarang masih jauh
sekali dari yang diharapkan. Yang benar itu masih jauh. Yang saya lihat,
makin di atas dia, makin jauh dia dari kebenaran. Kalau masih bisa
memberontak, saya akan memberontak. Tapi saya tidak mampu berontak. Sekarang
ini, orang-orang semakin egoistis.
Read more..

Saturday, April 19, 2008

Zikir Akbar di Aek Torop

Sabtu, 19 April 2008 00:00 WIB
Zikir Akbar Dan Tausiyah Di PTPN3 Aek Torop
KOTAPINANG, WASPADA Online

Badan Koordinator Agama Islam (BKAI) PTPN3 unit Kebun dan PKS Aektorop Desa Aekbatu, Kec.Torgamba, Labuhan Batu, gelar zikir akbar dan Tausiyah, Minggu (13/4), dipusatkan di Masjid Taqwa Emplasmen Kebun Aektorop.

Penyelenggara Ustadz Sutego dan Sukarman SH, dihadiri tujuh ratusan karyawan, serta Camat Torgamba Drs Imam Ali Harahap, Ketua Yasin Akbar Kec Torgamba Hartuti Hasibuan, Ketua PAC PDIP Asni Zahara Pohan, serta mengundang ustadz dari Tebing Tinggi Drs HM.Ghazali Saragih, Drs.H.Sujarno Alamsyah, Imran Hidayat, S.Pdi, M.Hasbi Ash~Shiddiq, S.Ag.MM sebagai pemandu zikir.

Ghazali Saragih menyampaikan santapan rohani memfokuskan arti dan makna zikir memohon pengampunan dan pendekatan diri pada Allah SWT, menginstropeksi diri.
Read more..

Sunday, April 13, 2008

Dicari Pemain Sepakbola U-13

Jumat , 04 April 2008 , 14:34:03 wib

Budi Prasetyo

JAKARTA, TRIBUN -PT Yamaha Indonesia menggelar ajang Indonesia Yamaha U-13 Football Festival Road to Asean Cup yang menjaring pemain untuk masuk tim Yahama Indonesia berlaga di Vietnam melawan jagoan Asean lainnya Agustus.

Seleksi dilaksanakan di 12 kota, yakni Medan, Padang, Palembang, Makassar, Jambi, Lampung, Bali, Surabaya, Semarang, Bandung, Banten, dan Jakarta. Kota-kota itu telah mendapatkan rekomendasi dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Menurut GM Promotion & Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), Bambang Asmarabudi kepada Persda Network, kegiatan yang mendapat dukungan dari Kantor Menko Kesra, Depdiknas, Kementerian Olahraga dan Departemen Pariwisata RI dalam pelaksanaan seleksi akan diserahkan sepenuhnya kepada Sport Pembina Ahlak Remaja Tanah Air (SPARTA Foundation), yayasan pembina sekaligus pengelola sekolah sepakbola (SSB) yang sebelumnya telah membantu kegiatan AFC pada 2007.

Seleksi tahap awal akan berlangsung setengah kompetisi yang terbagi dalam empat grup, terdiri dari empat tim dalam satu grupnya. Sedangkan putaran kedua akan berlangsung dengan sistem gugur.

Final tingkat nasional akan berlasngung di Gelanggang Olahraga Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta 29 Juni 2008. Pemenang akan meraih Piala dari Yamaha Indonesia serta uang pembinaan.
Read more..

Wednesday, April 9, 2008

Qari Miftahuddin Nasution Juara I

Senin, 07 April 2008 00:00 WIB
Hamparan Perak Juara Umum
*MTQ Dan FSN Deli Serdang Ditutup

BATANGKUIS, WASPADA Online

8.000-an Umat muslim menghadiri penutupan MTQN Ke-41 dan Festival Seni Nasyid (FSN) ke-30 tingkat Kab. Deli Serdang 2008 di Lapangan PTPN-II Kebun Bandar Klippa Rayon Batangkuis Desa Tanjungsari, Sabtu (5/4) malam.

Kafilah Kec. Hamparan Perak juara umum, dan berhak memboyong piala bergilir bupati. Poisi II Kec. Tanjungmorawa dan III Kec. Percut Sei Tuan. Sementara untuk FSN golongan putra, juara umum Group Nasyid Ar Rizal El Fikri Kec. Percut Sei Tuan dan putri diraih Group Nasyid Alfin Mahabbah Kec. Lubuk Pakam.

Amri Tambunan menyatakan bangga dan syukur karena kedua kegiatan itu sukses serta mendapat sambutan luar biasa masyarakat. “Melalui MTQ dan FSN diharapkan kemampuan umat muslim membaca dan mendalami serta menghayati isi kandungan al quran semakin baik,” katanya.

Adapun juara MTQ I-III untuk golongan Anak-Anak Putra Juara I-III, Miftahuddin Nasution (PS Tuan), Fahmi Aziz (Hp. Perak) dan Mhd Fadhli (Kutalimbaru). Putri, Nazli Arfah Nasution (B. Kuis), Sifa Audifa (Sunggal) dan Mutia Firenza (PS Tuan).

Remaja Putra, Rusdi Kurnia (Sunggal), M Khowasi Rokan (Hp. Perak) dan Heri Sandi (L.Deli). Putri, Marlina (L.Deli), Ainul Afifah Nst (B.Kuis) dan Ulpiwidyasari (PS Tuan). Dewasa Putra, Zainuddin (Hp.Perak), Ismail Hasim (B.Kuis) dan Ahmad Fauzi Lbs (Patumbak). Putri, Misrawati (Hp. Perak), Dani Ridho (L.Pakam) dan Muliana (Sunggal).

Tartil Quran Putra, Abdul Hamid Lbs (PS Tuan), Tanzilul Aziz (Hp. Perak) dan M Ikrom Azhima (P.Labu). Putri, Desi Ariani (Hp. Perak), Nada Syafira Alya (L.Deli) dan Alsha Anddi Hsb (STM Hilir). Tuna Netra Putra, M Ilyas (Sunggal), Zainuddin (T.Morawa) dan M Sabira (Kutalimbaru). Putri, Khomsaniati (P.Labu) dan Hendriyeni (L.Deli).

Hafizh 1 Juz dan Tilawah Putra, Ahmad Sholihin (T.Morawa), Alinnuha A.Mutawalli (Hp.Perak) dan Abdul Hakim Nst (Beringin). Putri, Halimatussa’diyah (Hp.Perak), Rizki Muaddah (L.Deli) dan Nurul Vikha Fadilla (B.Kuis).

Lima Juz Putra, Ahmad Husein (Hp.Perak), Habil Putra Adam (L. Pakam) dan Awaluddin (B.Purba). Putri, Nurlatifah Siregar (B.Purba), Khairunisa Pasaribu (Beringin) dan Ulfah Mayangsari (Sunggal). 10 Juz Putra, Iskandar Muda (Hp Perak), Rahmat Habibi (Sunggal) dan Arif Suhada Husin (T.Morawa).

10 Juz Putri ; Siti Zubaidah (Sunggal), Najihatul Husna (Beringin ) dan Chairunnisa Panjaitan (B.Purba). 20 Juz Putra ; Bangsawan Dalimunthe (Beringin), Zakaria Hasibuan (T. Morawa) dan Iriawan (P.Batu). Putri; juara I dan II kosong, juara III Siti Kholijah Matondang (Biru-Biru).
30 Juz Putra ; Zubair (Sunggal), Hilman Fauzi (PS Tuan) dan Ahmad Jamil Nst (P.Batu). Putri ; kosong.

Fahmil Qur’an juara I-III ; Deli Tua, PS Tuan dan Patumbak.Syarhil Quran ; PS Tuan, Hp.Perak dan Sunggal. Tulisan Buku Putra ; Abdulah (Hp.Perak), Mhd Irfan Kholis L.Deli) dan Zulkhaidir (Sunggal). Putri ; Nurul Arafahj HS (T.Morawa), Mina Ulinda (PS Tuan) dan Yuniar Dwiana (P.Merbau). Hiasan Mushaf Putra; Zulkifli (L.Deli), Ismail (Hp.Perak) dan Wahono Suprayogi (T.Morawa). Putri ; Dewi Astuti (T.Morawa), Ria Damayanti (PS Tuan) dan Sri Muliani (L.Pakam).

Kaligrafi utra ; Jepri Hamdani (T.Morawa), Hadi Saputra (L.Deli) dan Mhd Sofwan Hadi Nur (Sunggal). Putri ; Sri Mulyani (T. Morawa), Nazarianti (L.Pakam) dan Diah Fakhraini Nst (Kutalimbaru).(a05)
Read more..

NGO Made in Newmont: An Agenda Toward Indonesia's Occupation

04/03/08 09:30
Government urged to lodge stern warning to parties opposing Newmont divestment


Jakarta (ANTARA News) - The government should lodge stern warning to any party for funding non-governmental organizations (NGOs) in committing counter-divestment actions of the shares of PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), a legislator said.

"If there is sufficient evidence that NNT had encouraged NGOs to carry out counter-divestment, the government should give a stern warning," Tjatur Sapto Edy, a member of the House of Representatives (DPR)`s commission VII, said here Wednesday.

He said further that the government should be consistent in setting the deadlines for divestment after making a decision on NNT`s negligence.

Report said, the government had taken preliminary measures in seeking international arbitration over Newmont`s failure to divest 10 percent of its shares by February 22, 2008 as stipulated in its contract.

Should NNT fails to meet the deadline, the government has to set stop its operations and terminate its contract, he said.

In line with such the measures, the government should cancel its law suit with the International Arbitration, so the dispute could be domestically handled.

In addition, Airlangga Hartarto, the Commission VII chairman also reminded the government not to respond to the divestment offer of NNT`s share in 2008 for seven percent until the completion of arbitration process.

According to him, the government had better expedite the divestment process of NNT`s share for three percent in 2006 and seven percent in 2007.

In the meantime, Sayed Junaedy Rizaldi, general chairman of the Barisan Suara Muda Indonesia (Indonesian Younger Generation Voice
Front) expressed disappointment about the planned action of rally to protest the divestment, because it is not in line with Newmont`s wish to settle the dispute properly.

Rizaldi also warned the NNT to abide by the government`s policy in the execution of the divestment in line with the agreement laid down in the contract of work.

"Nothing is difficult in the divestment, because it will be implemented in stages," he said.

Previously the management of PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) dismissed allegations that it has been funding some non governmental organizations (NGOs) for counter-divestment action.

Kasan Mulyono, spokesman for the company, said the allegations were totally groundless. There was no relation between counter-divestment action and Newmont.

"Allegations that Newmont has been funding some counter-divestment activities are totally wrong and groundless. We never had any relations with the NGOs concerning the divestment issue.

According to him, Newmont had hired part-time and full-time consultants on the basis of their respective expertise including under their contacts with NGOs.

However, he added, it had nothing to do with the divestment issue except certain tasks in the activities with the public.

He further said that the consultants and NGOs were hired to handle community development programs on the education, agriculture, healthcare and community-related sectors. (*)
Read more..

Newmont`s maneuvers

03/08/08 07:28
Govt warned to be vigilant against Newmont`s maneuvers


Jakarta (ANTARA News) - The Indonesian government should be careful and vigilant in suing PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) through international arbitration over the company`s failure to divest part of its equity in accordance with its contract, a legislator said.

"Of course, Newmont will use any means to win the case, including hiring international-class lawyers," Drajat Wibowo, a member of the House of Representatives (DPR)`s commission XI dealing with finance and banking affairs, said here Friday.

The government is taking initial steps to seek international arbitration over Newmont`s failure to divest 10 percent of its shares by February 22, 2008 as stipulated in its contract.

Drajat said the government must be careful because Newmont which has its headquarters in Denver, USA, could resort to all sorts of measures or maneuvers to win the dispute.

Earlier, Energy and Mineral Resources Minister Purnomo Yusgiantoro was reported on behalf of the Indonesia government to have begun a lawsuit through international arbitration after Newmont had ignored repeated reminders of its default.

According to Wibowo, if the government was not careful and had not prepared itself well, it could come under international pressure.

"Our loss in the Karaha Bodas Company (KBC) case should not recur," he said.

In a similar vein, Sayed Junaedy Rizal, chairman of Barisan Suara Muda Indonesia (Indonesian Younger Generation Front), expressed hope the government had prepared itself well to face Newmont in a forum of international arbitration.

Although the government was ready to face international arbitration it should learn from a case involving Newmont in Peru, Sayed said. "It is not impossible that their (Newmont`s) government will pressure Indonesia," he said.

"We, Indonesians, should always be alert. Preparations for taking further steps must be made. We must anticipate the consequences of victory or defeat," Sayed said.

Meanwhile, Drajat also suggested that the government take legal steps in the country by preparing violation demand committed by Newmont in Indonesia.

"Should a violation such as something to do with environment or taxes issue, it could also be brought to domestic court as one of strategies to face Newmont," he said.(*)
Read more..

H Amri Tambunan Di Pembangunan Gereja

Perkembangan Rumah Ibadah Cerminkan Meningkatnya Nilai Keagamaan

Percut Sei Tuan, (analisa)

Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan mengatakan, perkembangan rumah ibadah mencerminkan semakin meningkatnya nilai nilai keagamaan di tengah tengah masyarakat dan sejalan pula dengan upaya membangun masyarakat religius sebagai bagian dari visi dan misi pembangunan Deli Serdang periode 2004-2009.

Hal itu dinyatakan bupati, saat menghadiri pesta pembangunan/pengembangan Gereja HKBP Bethesda di Perumnas Mandala Kecamatan Percut Sei Tuan yang ditandai dengan pengecoran perdana.

Dikatakan, dalam kondisi dunia yang cenderung sekuler maka kini seringkali umat mengabaikan pesan pesan keagamaan, padahal pesan keagamaan adalah pesan moral kemanusiaan hingga banyak masyarakat dewasa ini yang melakukan tindakan dan prilaku yang jauh dari nilai nilai ajaran agama seperti kekerasan, pelecehan bahkan pembunuhan antar sesama dan dilakukan seakan akan tanpa perasaan bersalah.

Untuk mengantisipasinya, umat beragama berkewajiban untuk berperan aktif dalam menegakkan kedamaian sebagaimana tuntunan agama yang dilakukan melalui rumah rumah ibadah.

Diharapkan, dengan dikembangkannya Gereja HKBP Bethesda dapat memberi kontribusi lebih bagi pengembangan agama yang lebih luas untuk jemaatnya dalam mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis dan meningkatnya keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kata Bupati.

Ketua panitia pembangunan Drs M Manullang,MPd mengatakan, jemaat gereja itu kini sudah mencapai 4000 orang hingga tidak tertampung lagi untuk melaksanakan peribadatan,karena itulah melalui program “Gerakan Deli Serdang Membangun” (GDSM) pembangunan/pengembangan gereja diharapkan dapat terwujud.

Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh M Sirait mengatakan, paradigma baru HKBP Bethesda adalah jemaatnya bisa bekerja sama dengan agama apapun apalagi dengan pemerintah.
Read more..

Pembantaian di Adiankoting

Rabu, 09 April 2008 00:00 WIB
Tersangka Pembantai Enam Warga Adiankoting Tak Menyesal

Tarutung, WASPADA Online

Tersangka penganiaya dan pembantai enam warga Hutanabolon, Desa Pagaran Lambung, Kecamatan Adiankoting,Tapanuli Utara 6 Maret lalu, RS alias AR, 37, terkesan tidak menunjukkan penyesalan.

Dalam rekonstruksi yang digelar, Selasa (8/4) di Mapolres Taput, tersangka RS sangat tenang melakonkan seluruh perbuatannya. Bahkan, tersangka yang juga penduduk Desa Pagaran Lambung–Adiankoting ini menjelaskan pada petugas, perbuatannya dilakukan dengan cara lebih dulu mendatangi para korban.

Sesekali tersangka menyela polisi, sekaligus menjelaskan hal yang sebenarnya. Dia mengakui lebih dulu mendatangi rumah korban pertama yakni Tumayur Br. Sihombing, 75 dan sempat melakukan percakapan serta menunggunya di pintu rumah. ''Beginilah caranya,'' ujar tersangka seraya memperagakan pembantaiannya.

Rekonstruksi yang digelar Polres Taput itu, dikoordinir Kasat Reskrim Polres Taput AKP Amri, SH yang dihadiri Kasi Pidum Kejari Tarutung RD Pasaribu, SH dan Jaksa Penuntut Umum R. Aritonang, SH. Sedangkan tersangka didampingi pengacaranya Raja Induk Sitompul, SH.

Kasat Reskrim AKP Amri, SH pada Waspada mengatakan, tersangka terlihat tenang dalam melakukan rekonstruksi. Dengan lancar tersangka menjalankan semua rekonstruksi sesuai peristiwa yang sebenarnya.

''Bahkan dia mengingat semua adegan yang dilakukannya. Jadi melihat kondisinya itu tersangka tidak ada mengalami gangguan jiwa. Dia tidak merasa menyesali perbuatannya,'' ujar Amri.

Kronologis dalam rekonstruksi itu, awalnya tersangka mendatangi rumah orang tuanya bernama Tordin Sihombing yang berjarak 500 meter sambil menggendong anak adiknya. Selanjutnya, RS dari pintu depan memasuki rumah korban Tumayur Br. Sihombing yang sedang memasak di dapur. Namun pergi lagi.

Di perjalanan tersangka bertemu suami korban (Muster Hutagalung) yang mengajaknya supaya ikut ke pajak (pasar). Setelah itu, tersangka kembali menuju rumah korban dan langsung masuk ke kamar tidur. Melihat gelagat itu, korban menegur RS kenapa masuk ke kamarnya.

Sambil merokok, tersangka pergi ke jalan umum mengambil beberapa batu padas dan menyusunnya dekat pot bunga. Korban kembali menegur tersangka, mengapa menyusun batu tersebut. Namun tiba-tiba RS datang dan menangkap Tumayur seraya menjatuhkannya ke lantai dekat meja dan kursi tamu. Lalu dengan nada membentak tersangka.

"Saya tidak pernah bicara sama kau dan manusia di kampung ini. Kalau saya kekurangan tidak pernah mengeluh,'' papar tersangka. Setelah saling menjawab, tiba-tiba tersangka menginjak-nginjak korban serta memukulkan kayu bulat dan batu padas ke kepala korban. Dengan berlumuran darah korban ditinggalkan.

Setelah itu, tersangka pergi ke rumah beberapa warga desa dan membantai Tiasi Br. Lumbantobing, 86, Riris Br. Situmeang, 60, Taruli Br. Hutabarat, 80, dan Roslina Br. Hutabarat, 45. Keempat korban diseret dari dalam rumah. Tidak puas menjambak dan menyeret korban, tersangka memukuli kepala korban memakai kayu bulat serta menginjak-nginjak tubuh para korban.

Dengan kondisi berdarah-darah, para korban menjerit dan minta tolong pada warga desa. Mendengar suara jeritan para wanita tua renta ini, Herbin Silaban, 32 datang melakukan pertolongan seraya merangkul tersangka RS yang masih memegang kayu bulat.

Namun, Herbin digigit tersangka dan mendapat perlakuan sama dengan korban lainnya. Warga Desa Pagaran Lambung berdatangan dan mengejar tersangka.

Tersangka melarikan diri ke rumah orangtuanya, Tordin Sihombing. Melihat hal itu, orangtua tersangka mempertanyakannya. Tetapi tersangka tidak menjawab dan langsung memukul paha dan rusuk sebelah kiri orangtuanya dengan memakai kayu bulat.

Sementara, warga semakin ramai berdatangan dan akhirnya berhasil menangkap tersangka. Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga desa mengikat kaki dan tangan tersangka.

Selanjutnya melaporkan peristiwa pembantaian itu ke polisi. Informasi dihimpun Waspada dari warga desa, para korban pembantaian kini masih trauma. Mereka berharap tersangka dijatuhi hukuman setimpal dengan perbuatannya. (a13)
Read more..

Sunday, April 6, 2008

Tobasa Tolak Pemekaran

Sabtu, 05 April 2008 00:00 WIB

DPRD Tobasa Tolak Pemekaran 2 Kecamatan
BALIGE, WASPADA Online

DPRD Tobasa menolak atas pengajuan Bupati Tobasa untuk pemekaran 2 kecamatan yang diberi nama Kecamatan Bonatua Lunasi dan Parmaksian karena dinilai telah melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2008 tentang pembentukan kecamatan.

Sidang paripurna dewan, Kamis (3/4) yang dipimpin Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus sempat diskors selama 30 menit usai penyampaian tanggapan fraksi-fraksi untuk memberikan waktu melangsungkan rapat pimpinan dalam mengambil keputusan atas pengajuan draft ranperda dari Bupati Tobasa.

Hasil keputusan pimpinan dewan setelah penyampaian tanggapan akhir fraksi-fraksi pada sidang paripurna dewan, secara tegas menolak pengajuan rancangan peraturan daerah (ranperda) pemekaran 2 kecamatan, sedangkan untuk ranperda struktur organisasi perangkat daerah disetujui.

Alasan penolakan fraksi-fraksi DPRD Tobasa atas usulan pemekaran wilayah 2 kecamatan yang diberi nama Kecamatan Bona Tua Lunasi (hasil pemekaran Kecamatan Lumbanjulu) dan Kecamatan Parmaksian ( hasil pemekaran Kecamatan Porsea) sebab tidak memenuhi persyaratan-persyaratan sebagaimana diatur PP No.19 Tahun 2008.

Untuk Kecamatan Bona Tua Lunasi mencakup 6 wilayah pedesaan yakni, Desa Sibadihon, Desa Nagatimbul,Desa Harungguan,Desa Lumbanlobu, Desa Sinarsabungan dan Desa Sihiong.Sedangkan Kecamatan Parmaksian meliputi 5 wilayah pedesaan yang diantaranya Desa Pangombusan, Desa Siantar Utara, Desa Tangga Batu I,Desa Banjar Ganjang dan Desa Lumban Sitorus.

Padahal berdasarkan ketentuan PP No.19 Tahun 2008 yang diatur pada pasal 6 ayat 1 disebutkan cakupan wilayah pembentukan/ pemekaran kecamatan paling sedikit mencakup sebanyak 10 wilayah desa atau kelurahan dan pasal 4 terutama ayat 5 diharuskan ada tertera rekomendasi dari pejabat gubernur setempat. (a33)
Read more..

Features-Content

#

TITLE-HERE

Short description here
#

TITLE-HERE

Short description here
Prev 1 2 Next

Follower

Blogger Indonesia and Beyond:

:: A :: Blogger Indonesia   • a0z0ra   • Abd Madjid   • A BEAUTIFUL MIND   • A Beautiful World   • a-Bey   • Abizaydan   • About Tax   • Acrylic   • Adam Institute   • a day   • Adbrite   • Adha Yuliandarmaji   • Adhika Dirgantara   • Adsense   • Affiliate   • AGUS RIYANTO   • Agusti Anwar  • agusword  • Ahmad Harimurti  • Ahmad simanjuntak  • Ahmad Sudrajat  • A Hobbit  • A Journey  • AKATSUKI  • akhwat sporty  • Aku belajar  • Aku Cinta   • Akta4   • Aldohas   • Aliansi Petani   • alitio1   • All About VW   • Aller   • All New   • Alpha Bagus   • ALUMNI   • A Mouthful   • Anak Kampung   • anak rantau   • Andewa   • ANDRIAN   • Anggara   • Anne Ahira   • Anne Ahira   • Another Tank   • Anti Aging   • Apaiya   • Architectaria   • Ardava   • Ardiz Tarakan   • Ardiz Tarakan   • Ardyanstyle   • Aris Heru Utomo   • Armmoney   • Art   • ArusMekam   • ASSEP PURNA   • Aurel   • A-to-Z   • Auto Insurance   • AYO BANGKIT   • Ayo Jakarta   • AZ Lyric   :: B :: Baby 1st Year   • Baby Care   • Bachtiar   • Badot Inside   • Bahagian   • Bahasa Indonesia   • Bahasa Kalbu   • Bale Sophan   • Bali Dream   • Bang Ir   • BANGKIT   • Bani Mustajab   • BANTAENG.com   • BatubaraNews   • Be a Part   • Behind the Scene   • Belajar   • Belajar Design   • Belajar internet   • Belajar Lebih Baik   • belajar SEO   • Benbego   • bengkel   • berbagi cerita   • Bersama   • Best Ring   • Beter   • Biro Jasa   • Birunya Langit   • Bisnis Indonesia   • Black Raptor   • Bleu   • Blog Aldo   • blog alternatif   • Blog Anak Muda   • Blog and Media   • Bloganny   • Blog Arif Rahmawan   • BLOG Bangjo   • Blog Blogger   •BlogCatalogblog.firdaus   • Blogger Indonesia   • Blogger Tips   • Blog Go   • Blog keluarga   • Blog Koe   • Blog Orang   • Blog Reference   • blognya gusthy   • Blognya Roi   • Blogspot Tutorial   • Blog Surawan   • Blog Syahuri   • Blog Tutorial dan Refleksi   • Bob   • bocah mbeling   • bodrox   • Born for Islam   • Budidaya Budaya   • Budi Ridwin   • Build Brain   • Buku   • Buletin Remaja   • Business   • Business Finance   :: C :: Campuran   • Cara Menghasilkan   • Cassava   • Catatan Dian   • Catatan Dokter PTT   • Catatan Fajar   • Catatan Harian   • Catatan Kecil   • Catatan Kecilku   • Catatan Lasya   • Catatan Sigit   • CD Gratis   • Celoteh   • Cerita Pendek   • Cerita Wendy   • Cewq   • Chanyve   • Cheers   • CitySlicker   • COFFEE   • Coffee Tea   • C0kr3x   • computer desktop   • Computers   • Computer   • Coretan   • coretan bod   • CSS Libray   • Cute   • cyber-koe   :: D :: D3 TEKNIK KOMPUTER   • Daenur Hidayat   • dafa   • dafa gaul   • Dalam kebuntuan   • Danial Anwar   • Dari Sofa   • Darin   • dari pukul   • Dari Sofa   • Darkdestroyer   • deBlor Freeware   • Debt Contend   • Deden Amijaya   • Dedicated   • dedy w sanusi   • Deemsz   • Deepe   • deeply   • dell laptop   • Delpro   • Dermaga   • Dhodoahmad   • Diamond   • Dicky CM   • Digital Gallery   • dignitytrial   • DjunDiBlog   • d-know   • Dog Owner   • Do your best   • Drajat   • dreamer   • ‘d SimpLe   • dua sisi   • Dukung Team PON   • Dunia Fana   • Dunia Open   • dwidoria   • Dyan   :: E :: Earn extra   • Ebook   • Ebook Jeffry Siregar   • Edi-Setiawan   • Education   • Education   • Eko Yulandri   • Electronic   • Elektronik   • Elvie Sukrisni   • Emperan   • Energy Mining Oil   • Enhal   • E-News   • Enim   • EnjoyLiving   • Enter Indico   • Enthusiasm   • Entrepreneurship   • erockbabock   • Ervina   • ESTEPEDEEN   :: F :: Fajarbuana   • Fajarshakes   • Farel Nabhan   • filosofia   • Finally Woken   • Firdaos   • First in Pets   • fistonista   • Fitri Mohan   • Foebroe   • For All   • For All   • Forex Trading   • Forum Dayak   • fraithzone   • Fr3zh   • Free7   • Free Download   • Freelance IT   • Freelancer   • Free Medical   • Free Medical   • Free Song   • Free templates   • Free West Papua   • Fuadi   • full of smile   :: G :: Gadget   • galang   • galanggenk   • Gamais   • gang Cemara   • GaYoNeSe   • GENERASI   • Geomatika   • Georganna Hancock   • Ghalih   • Girl   • Go Blog   • GoGo CafĂ©   • Google Products   • Goresan Tobing   • GRAFIEN   • Graphic   • gratis   • Green Gubug   • greeN Nouva   • Gubuk Kecil   • Guebukanmonyet!   • Guebukanmonyet!   • Gue Shindu   • Guitar Chord   • Guru PKN   • gusblake   :: H :: Habib Chirzin   • Hadi Iryana   • Hakim Tea   • haMeed   • HananSmr   • Handicraft   • Hanggoro   • Harnaz   • Haryo   • Health Body Beauty   • HERBAL   • hermawansitus   • Hidup   • Hilmi Arifin   • Hipli   • Hiruk Pikuk   • Home Business   • Home Electronics   • horizons nature   • Hot or Not   • Housewife   • How to   • HR Files   • Hudi Pradipto   :: I :: idebisnisusaha   • ID-mrbambang   • I Goblog   • IMA-G BERSATOE   • Images Bandung   • Imam Nur Satibin   • Imam Toyota   • Imam Nur Satibin   • Iman Nugroho   • Imdad Robbani   • Imsuryawan   • incrediblu   • Indoblogger   • Indonesia's Economy   • Indonesia Islam Philology   • Indonesian Blog   • Indonesian Tax   • Indonesia's Urban   • Indo Source Code   • indo translator   • Indra Gunawan   • Informasi Obat   • Information Real Estate   • Information Technology   • Ini Zaman   • INOVATION   • Inspirasi   • Inspiration   • Inspiring  • Internet Affiliate   • Introducing Diseases  • Irobbani  • Iron Review  • Istriku Seribu  • Its Me  • It's Me  • Its My Life  • It's my life  • Its Real Me  • Iwan Fals  :: J :: Jakarta  • Jakarta Tour  • JALAN-JALAN  • Jatropha Curcas  • JAUHARI  • Javanese Foods  • Jejak  • jelajah dunia  • Jembelisme  • Jennie S. Bev on Indonesia and the World  • Jikaku  • Johanes Iwan  • Journal de Ajourdhui  • Jurnal Inspirasional  • Journal Marisa Duma  • Just ChangeLog  • Just Soul  :: K :: kaFE depok  • Kafka  • Kamar Marketing  • Kampus  • Kang Rohman  • Karena Doamu  • Karena Hidup  • Karya Buruh  • K4T4 H4TI  • Katalog Website  • Kata-kata  • kedokteran gigi   • KELUARGA  • kembang setaman  • Keranjang   • Ketenangan  • Khabar Melbourne   • Khoerul MW  • Kid  • kimim sam  • Kingdom  • Kisah Hidup   • Kisah PNS  • KIP’s Bandung  • KM-FTI  • KOFii TAKAR   • Kompilasi Islami  • Komunitas Giritontro   • KongKor  • Konsultasi Kesehatan   • Kontemplasi  • Kontemplasikoe  • kotak ajaib  • koyyak  • Kreasihati  • kuldonk  • kumpulan tips  • KURSUS PERKAHWINAN  :: L :: lasya butik  • LEARN  • Learning  • Learning English  • Learning Review Blog  • learn the world  • Lelucon Singa   • Lembaga Kursus   • Lentera  • LIFE  • LIFE  • life  • LM Fajar  • Logam  • Love  • LOWONGAN  • LSM BAWEAN  • Lukman Nul Hakim  :: M :: Made's Blog   • Madura  • maimoen  • Magusni  • majalah  • Make Money Online   • Make Money Online   • Marindro  • Marketing Strategy  • Masdo Blog  • Mashuri  • masmawan  • Mathematics   • m4s Yudhaw  • matahati  • math  • math musics  • Menapak  • Mencari Wazeenisme  • Mencintai Pagi  • Mencoba  • Menuju Tangga   • Menutup  • Mesjid Al-Mukhlisin  • Message Share  • metacosm  • METAL   • Meylya   • MICHAEL  • Mikail  • Milir Wae  • mimimama   • Mind  • Minuman  • miss Unita  • Mixer  • Model Bisnis  • Mommy AryaKinan  • mp3multiply  • MP3 Source  • Mr.@  • Muamalat Institute   • Muhammad   • Muji   • Muli's Commune  • Mupeng  • Musik Pribumi  • Muslim Djaya   • Mutiarakoe   • My Blog  • my blog  • My Blog Identity  • My Bookmark   • My Byte  • My Cellular  • MyCyberBlog  • My Dream  • My Home  • My Je blog  • My Life   • MY LOGIC   • My Mind   • My 0fficial WebloG  • my online biz   • my own log  • My Paid to Blog  • My Process  • My Stay  • My Simple   • My Soul  • My Story  • My Thought   • My Tutorialz  • Myworld  :: N :: Nadia Febina  • Nanamanis  • Nasikin  • Ndet Neko  • NEGERI  • News  • New Territory  • Ngeblog  • NI CoMuNitaZ  • Nugraha  • nurdayat  :: O :: Oktara  • Oktober 28   • Olang Biaca  • Omega Best  • Online Business  • Online Forex  • Online Tutorial  • Ong Hock Chuan  • Ono Karsono  • Open World  • Orangmuda  • Otomotive  • Oye X1  • Ozon-SILAMPARI   :: P :: Paguyuban Mahasiswa   • Paid To Click   • paket umrah haji   • Panduan   • Panduan Guru Malaysia   • PANGERAN  • Pencangkul  • Perahu  • Pernak-pernik Jakarta  • Persib Bandung  • PERSIS Mesir  • Personal Technology  • Perspektif Wimar Witoelar  • Pfrogs77  • Phinisi  • PHP SEO PAGERANK   • POTHELAN  • Pink Diary  • Perahu  • Peregrination   • plum crane   • Pokemon   • PP Daruttaibin   • Praditya  • Privateclopedia  • pro dan kontra  • Produk Kapitalis  • Profile English  • puthut.net  • Putra Partanta   • PULAU SERIBU  • Pulsa  • Pure Thought  • PustakaNilna  :: Q :: qodrat  • Qusuth  • QyQy  :: R :: RAB Experience  • Radioactive Monkey   • Radio Radentowo   • Rahmawan  • Ratna  • RaVeN   • Rarven  • Raw Dawg  • RC  • Really?  • Remaja Islam  • Rethinks!  • R Gesit  • Rhakateza  • Riky Perd@n@  • Rizky Fryansyah  • Roffi  • Ronny Siagian  • Rumah  • RT RW  • Ruang Asa  • Rudiansah  • Rumah Whelly  • Ruri Andari  :: S :: Sabiilun Naim  • Sak Dermo  • SAMBUT  • Sang Waktu  • s4s0806   • Sariaman   • Sastra Minahasa   • Satu Bumi   • SATYA SEMBIRING   • sawali   • SAYA My Philosophy   • Sayang Bunda   • Sayangku Azura   • scholarships   • School   • Sean Doherty Oxford   • Seasons   • Secercah Harap   • SegoBlog   • Sehat   • Sekedar   • Sekolah Bogor   • Selayaknya   • Selera Nusantara   • semarang   • Seniman   • senyum   • Sentot   • Serang Photo   • Setetes ILMU   • setyaputra   • Sexy Girls   • Shadows   • Shandy   • Share Tips   • Siaf   • sillystupidlife   • Siluet   • Simply Living   • SiToekang Potret   • SKI FT UNS   • SKI SMAN1 SURABAYA   • SMAN Makassar   • Social Sense   • SoulPower   • Spew it   • Sports   • Strategic Wining   • Structural Engineer   • Studi Quran   • Suara Kebangkitan   • Suara Mahasiswa   • Sultan Habnoer   • Sulthonie   • Sukses Anne Ahira   • Sumbawa Barat   • Sundoro Pramuji   • Surya Mandala   • syamsu.com   • synonim   :: T :: T4curhat   • Tantan   • Tanto Yakobus   • Tatas   • Tax Debt Relief   • TECHNOLOGY   • Technology Tips   • teeth whitening   • Tempat Ngumpul   • Tester   • Teuku   • The Altarian   • The Best   • The Dreamer   • The Good   • tHe JoUrNeY   • The Name   • The PantjinG   • The Power   • TheNeTT   • this is   • Thoughts   • Tetes Tinta   • Tigis   • Tips For Moms   • Tips trik blog   • Tips Trik   • TKJ Talent   • Toar Tangkudung   • Topenkkeren   • Total   • Tozzy   • transistronika   • Trilsky   • Triyani   :: U :: Ufonesia   • Understeering   • Ungkapan Hati   • Unspun   • Unspun   :: V :: van's blog   • Virtual Zero   • Vocational   • Volker   • Volker-Soccer   :: W :: Walk Dream   • waton jeplak   • wawanwae   • Wayan Artana   • Way of Successful   • Wazeen   • Web & Blog   • we-blog   • Welcome   • Welgedewelbeh   • Who am I   • Who Entrepreneurs   • Wokay  • Women Diary  • World Auto  • World of Letters  • Write  • Writing  :: Y :: Yang Melintas  • your dream  • Your News  • YSugiri  • Yudhistira  • Yudhistira87   :: Z :: ZERO  • Zulfaisal Putera  • Zulkifli IMM 
  • Ke Menu Utama
  • Monetize Your Site
  • Sejarah Batak
  • Sejarah Batak II
  • Kesultanan Batak
  • Sejarah Pakkat (Rambe)
  • Dinasti-dinasti Batak
  • Arsip Bakkara
  • Pongki
  • Guru Patimpus
  • Pendidikan Batak
  • Perkawinan Inses
  • Politik Agama Penjajah Belanda
  • Sejarah Tanjung
  • Mazhab-mazhab di Tn Batak
  • DNT Parsolam
  • Kesultanan Tanjung
  • Kesultanan Pardosi
  • Kesultanan Pasaribu
  • Tuanku Hutagalung
  • Kerajaan Sinambela
  • Literatur
  • Kompetisi Sub-Kultur
  • Devide Et Impera
  • Riwayat Jonggi Manoar
  • Siborong-borong
  • Asal Kata Parmalim
  • Pintas Omas
  • Arkeologi
  • Sejarah Niaga
  • Gallery
  • Tuhan, Sains dan Batak
  • Kerajaan Pane
  • Kerajaan Portibi
  • Misteri Raja Rum
  • Islam Sinkretisme Batak
  • Sejarah Bajak Laut Eropa
  • Fansur dan Lamuri
  • Fansur dan Haji
  • Sejarah Kiprah Batak
  • Mandailing Mart
  • Konstitusi Dinasti Pardosi
  • Sejarah Cendikiawan Batak
  • Marga dan Politik
  • Tuhan, Sains & Batak
  • Kronologi Pembentukan Marga
  • Bugis dan Batak
  • Filsafat Ekonomi
  • Pariwisata Bonapasogit
  • Politik Batak Abad ke-17
  • Diaspora Kuno
  • Nias Abad Ke-9 M
  • ::Sejarah::

  • Maritim Kuno
  • Stempel Sisingamangaraja XII
  • Si Penjajah Belanda
  • Sejarah Mossak
  • Krachtologi dan Tuanku Rao
  • Kalender Batak
  • Palawan
  • ::Studi::

  • Studi Kultur Berpikir Batak
  • Bugis dan Peradaban Batak
  • Wisata
  • Perang Batak
  • Diaspora Batak Kuno
  • Filsafat Ekonomi Batak
  • Studi Politik Batak
  • Sejarah Politik Batak Abad 17-19 M
  • Batak Dan Tanah Tuhan
  • Studi Peta Maritim Batak
  • Parmalim, Tasawuf dan Penjajahan
  • Akal-akalan Pemekaran (Tapanuli??)
  • Pengusaha Hitam dan Pemekaran
  • ::Tokoh::

  • S.Q. Marpaung
  • Simatupang
  • Ahmad Hosen Hutagalung
  • Kamaluddin Lubis
  • Syamsuddin Pasaribu
  • Zulpan Efensi Pasaribu
  • Jefry Simanjuntak
  • Rosnaely Lumbantobing
  • Hotbonar Sinaga
  • Fachruddin Sarumpaet
  • Syamsul Arifin Nababan
  • Khalifah Effendy Sitorus
  • Burhanuddin Napitupulu
  • Zulkarnaen Lubis
  • Prof. Dr. S.F. Marbun
  • Patuan Nagari
  • SAE Nababan
  • Sisingamangaraja XII
  • Yusuf Lubis
  • Amir Pasaribu
  • Biografi 100 Tokoh Batak
  • Usman Efendy Capah
  • Lembaga Kebudayaan Pakpak
  • Billy Marbun
  • Sardan Marbun
  • Binsar Marbun
  • Abdul Wahab Situmeang
  • BN Marbun
  • Halak Batak Naik Haji
  • Arif Marbun
  • Rico Marbun
  • J.A. MArbun
  • Hamdan Simbolon (HIMMSI)
  • Syamsu Rizal Panggabean
  • Syawal Gultom Mpd
  • Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea
  • Abdul Hamid Marpaung
  • Armijn Pane
  • Lafran Pane
  • Prof. Dr. Agus Salim Sitompul
  • Haji Dur Berutu
  • Zulkarnanen Damanik
  • Zagartua Ritonga
  • Ja Endar Muda
  • Abdul Wahab Sinambela: Ketua IPAMSU 2005
  • IPAMSU
  • H AN Sihite: Ulama Humbahas
  • Mahadi Sinambela: Sinambela Pertama Jadi Menteri
  • Baharuddin Aritonang
  • H. Ali Jabbar Napitupulu
  • Fanin Nurlita Br Nainggolan
  • Abdul Hakim Siagian
  • Arifin Nainggolan
  • Badiuzzaman Surbakti
  • Efendy Naibaho
  • Rahmad P Hasibuan
  • Mutawalli Ginting
  • Akmal Samosir
  • Timbas Tarigan
  • Tosim Gurning
  • Syahlul Umur Situmeang
  • Chairullah Tambunan
  • Parluhutan Siregar
  • Dahrun Hutagaol
  • Amir Hamzah Samosir
  • Chairul Tanjung
  • Irsan Tanjung
  • Akbar Tanjung
  • Feisal Tanjung
  • Hariman Siregar
  • Syamsir Siregar
  • Arifin Siregar: Si Gubernur BI
  • Bismar Siregar
  • Annisa Pohan
  • Drs. M. Sehat Simbolon: Kyai Humbahas
  • Anwar Nasution
  • Aulia Pohan
  • Malim Sultoni Simbolon: Tokoh Sufi Humbahas
  • K.H. Zainul Arifin Pohan: Sang Wakil Perdana Menteri
  • Burhanuddin Harahap: Sang Perdana Menteri Batak, Pengasas Anti Korupsi
  • Zulkifli Lubis: Tokoh Anti Korupsi dan Pendiri Intelijen
  • Syeikh Ibrahim Sitompul
  • Syeikh Ali Akbar Marbun: Tokoh Humbahas
  • ::Legenda::

  • Legenda Dairi
  • Homang
  • Sitti Djaoerah
  • Kitab Si Raja Batak
  • Rasul Batak
  • Ompu Sabongan Mangolat
  • Guru Mangarissan
  • Mpu Bada
  • Gondang Sabangunan
  • Si Sorik
  • Dravida
  • ::Serba-Serbi::

  • Silua
  • Batak Kuliner
  • Mossak
  • Naga Padoha
  • Podang
  • Atlas Cheng Ho
  • Forum Batak
  • Diktat Kedokteran Batak
  • Atlas Kuno Ala Batak
  • Topeng
  • Rifle
  • Teknologi Kertas
  • Teori Evolusi Ala Batak
  • Patung
  • Geografi Batak Kuno
  • Ulos
  • Farmasi
  • Megalitikum
  • Cerutu
  • Serdang
  • Langkat
  • Kubu
  • Lingga
  • Asahan
  • DNT
  • Riwayat Raja-raja Mandailing
  • Adam Malik
  • Matondang
  • Biografi Tokoh
  • Identitas Mandailing
  • Gallery Foto Lama
  • Dinasti Pane
  • Koin Tarumon
  • Kesultanan Tarumon
  • Teka-teki Sembiring
  • ::Marga::

  • Dapat Uang Dari Blog!!!
  • BERITA HUMBAHAS KLIK DI SINI
  • Simalungun
  • Nasution
  • Sihotang
  • Hutagalung
  • Simbolon
  • Sigalingging
  • Pasaribu
  • Silaban
  • Sinaga
  • Gultom
  • Tobing
  • Sihombing
  • Panggabean
  • Sarumpaet
  • Nababan
  • Surbakti
  • Ginting
  • Tarigan
  • Sihite
  • Manalu
  • Simatupang
  • Dalihan Na Tolu
  • Siregar
  • Nauli Basa
  • Sianipar
  • Musisi Batak
  • Sitorus
  • Habeahan
  • Mandailing
  • BatakOnLine
  • Aksara Batak
  • Sitompul
  • Batara Guru
  • Si Opat Pusoran
  • Hutagalung-Sibolga
  • Harahap
  • Arceology
  • Gallery
  • God, Science and Batak
  • The Mystery of Raja Rum
  • Syncretism of Religion
  • The Pirate
  • Fansur and Lamuri
  • Fansur and Hajj
  • Batak Migration in History
  • State Constitution of Barus
  • Batak Personalities in Brief History
  • Clan and The Politics
  • The Nature of Clan System
  • Bugis in Batak Society
  • The Economic Philosophy
  • Tourism, The Question of Pluralism
  • The Politic of Batak Since 17th Century
  • Ancient Diaspora
  • Nias in 9th Century
  • The Nature of Clan System
  • State Constitution of Barus
  • Conflicts and Competitions
  • Divide and Rule Policy
  • The Politic of Religion in Dutch Colonial Rule
  • Silua
  • Food Court
  • Batak Martial Arts
  • Ancient Maps
  • The Cosmology
  • History of Mandailing Kings
  • Abdulloh Fuadi
  • Adsense Id Forum
  • Adsense Journal
  • Adventure: Indonesia Blogger
  • Ady Wirawan Blog
  • A great way to muse
  • Agus Manggala Blog
  • A Journal of Vivin
  • Alaya Setya
  • ALBS Tech
  • All about Kendari
  • Allessa
  • All I Could Ever Wish For
  • amellie.net
  • A Negotiated Approach to Kapuas River
  • Anthony: Secure Investment
  • Aprie van Luden
  • Arabic Translation
  • Arif Widianto
  • Aroengbinang Project
  • Art and Business
  • art and culture city banyuwangi
  • Art and Culture Jember
  • A Sneak Look
  • Baby care basic
  • Baby first year
  • Bali Tourism Guide
  • Bandung Lautan Api
  • banana talk
  • Beautiful life
  • Biofuel Technology
  • Biography of popular people's
  • Bits of Me
  • Bleu
  • Blog Coffee
  • Blog Engineer
  • Blog Free-7
  • Blog Environment
  • Blog of Mine
  • Cahya Prastyanto's Worldli>Cerita Ambar
  • Celebrity
  • Chord Guitar
  • Cinta Memory
  • Computer Blog
  • Continuous IT
  • COOL RADIO STATION
  • Cosmo Mama
  • Cosmopolitan Asia
  • Credit Card Application
  • Daily Conversation
  • daily dose
  • Daily 20 PIP Strategy
  • Deathnote
  • Demarioisme
  • Dewa Putu Yudhi Ardiana
  • Dicky Caesar Muharawan
  • Digital Camera
  • Digitals Photography
  • Drugs and Alcohol Rehabs
  • Drum and percussion review
  • DW's Thoughts
  • Education
  • education' blog
  • Edwin WB
  • Electronic Rubric
  • ENTERTAINERS
  • Entertainment
  • Fashion Diamond Jewelry
  • FiFa Printing
  • FlashWeaver
  • footballfreaks
  • Free Blogger Template
  • Free Dollar
  • Freelance Jobs
  • Free Electronic Books
  • Free Will
  • From Jakarta Today
  • From Zero To Hero
  • Fulan
  • GET CODE
  • Get the Big News
  • Google Products
  • Gudang Bisnis
  • Heal Me
  • HELPDESK
  • Hendy Irawan
  • Huge Earning Potential
  • Imdad Robbani
  • 100% Indonesian
  • Incredible Wealth
  • Indika's Blog
  • IndoDX
  • indonesia media
  • Indonesian Islamic Philology
  • Indonesian Law Reporter
  • INDONESIA TECH
  • Indonesia's Urban Studies
  • indonesian worker
  • Inka Irza
  • Inspirasi
  • International Trading and Marketing
  • ISLAM WORLD WIDE
  • iswarayoga
  • IT Maniac
  • It's My Life
  • Ja'far Sodiq
  • Jauhari 2.1
  • Java Flava's Traks of life
  • Jedustech
  • Job List
  • Job Vacancy Indonesia
  • Job Vacancy
  • JODI SANTOSO for LAW
  • Journey of life
  • Journey of My Life
  • just a thought
  • kaFE depok
  • koi carp / koi fish
  • Konspirasi Cowok
  • KOTAK BERKAS
  • kuntoro's blog
  • Landrover Things
  • LEARN BUSSINES
  • learning with me
  • let's share a blog
  • LevelBusiness
  • Life is Good
  • Magician Secret
  • make money with adsense
  • Martial Arts
  • Maverick Indonesia
  • mencari makna
  • mie’s corner
  • [ 525600 minutes ]
  • Mochamad Iqbal
  • Moleskin and Me
  • Monte Carlo Info
  • MotoGP News
  • mountain of lawu
  • Movie Corner
  • Muallaf - Muslim Converts
  • Music Collections
  • Music Player
  • My Daily Thought
  • Abdullah Elwazeen
  • Ahmad Qisai
  • Aila El Edroos
  • Alwin Tanjung
  • Dudi Rahman
  • Eko Murwanto
  • Fadlan Achadan
  • hasbi assidiqi
  • Hery Martono
  • Irwansyah Yahya
  • Joni Rahalsyah Putra
  • Julkifli Marbun
  • Jusman Masga
  • Khairurrazi
  • Lily Mumbai
  • Lisa Cochin
  • Lukman Nul Hakim
  • Mario
  • Muhammad Ikhsan
  • Mujazin
  • Mukhlis Zamzami Chaniago
  • Nasha Nadeera Cochin
  • Pan Mohamad Faiz
  • Purwarno Hadinata
  • Putu Widyastuti Rudolf
  • RATNA S.DEWI
  • Rahmanita
  • Rini Ekayati
  • Rizqon Khamami
  • sabudi prasetyo
  • Tasar Karimuddin
  • Tylla Subijantoro
  • Uci Mumbai
  • Umi Kalsum
  • YASER AMRI
  • Yunita Ramadhana
  • Zamhasari Jamil
  • Zulfitri
  • zulfikar karimuddin
  • my family ‘n friend
  • My Gallery
  • My Girl Blog
  • My Grey World
  • my opinion
  • My Place
  • My Recipe
  • My Useful Information
  • My World (Farrel)
  • Natural Remedies
  • never ending learning
  • news car
  • New Week Duri Technology
  • notebook computer review
  • NWD Technology
  • Ohayo Japan
  • Online Learning
  • Onestopfootball
  • online market
  • Optimistic Man
  • Our Body
  • Overseas Think Tank
  • Parenting's Guide
  • perjalanan
  • Personal and Business
  • 109 Photo Gallery
  • PLANET Indra
  • playing guitar
  • prayogi's journal
  • psychology indonesia
  • Purwanoto's Page
  • Queen: buckle up, people!
  • raff - arbei macht frei
  • Random Thoughts XY
  • removed drugs
  • robbiesfamily.net
  • rockstars and toyguns
  • Rohmat Sarman
  • roland-blog
  • ronny.haryan.to
  • Sabit
  • save ur knowledge
  • Scholarship Tips
  • SCRATCH SOUL
  • Script Php Tutorial
  • Self Development
  • Setting Code DKU2
  • Solution
  • Soulful Girl
  • Spa-tula blog
  • Special Information
  • Spew it All
  • Stand-Up!
  • Study Tips
  • Surfing and Make Money
  • tech, business, people Indonesia
  • Tend
  • The Aroengbinang Project
  • The Asia Tech
  • Theatre Online
  • The Blogger Admirer's Note
  • The Future Inspiration
  • The Hip
  • The Most Wanted Resources
  • The New One
  • the preaxz
  • the stories
  • There's something on WATU ITEM
  • timpakul
  • Total Scholarship
  • the thought of Mel
  • University Scholarship
  • unscientific
  • Vintage Boutique
  • Visit tour world
  • vitamin plus
  • Voice it Over
  • Welcome to Bali
  • Women's Guide
  • whays corners
  • world famous muslim
  • writing for life
  • WynWira Online Business
  • Ynews
  • zymanq
  • A.Rachman
  • Aa Ikhwan Blog
  • Abe Poetra
  • About Fecelin
  • Acenk
  • ACHMAD FIRDAUS
  • A Cup | Kukuh.com
  • ADEK
  • adit's daily
  • Aeromodeling
  • AFFILIATE KAMIL
  • Affiliate Marketing
  • Agloco
  • AGLOCO ACEH
  • Agloco Indonesia
  • Agus Manggala
  • Ahaa
  • Akhmad Murtajib
  • Al-Ashr
  • Al Hadist
  • alixwijaya
  • All about kendari
  • A Lonely Man  
  • ALUMNI UMM
  • Aman
  • Amanah
  • Ambang
  • amgidarap kilah
  • .::Almost 25::.
  • ana ugie
  • Andrew Pakpahan
  • Andriansyah -My Own blog
  • anggrekbiru.com
  • anomiemine
  • Anton Budi Pranata Blog 
  • Apa adanya 
  • A.Rachman 
  • Ardiz Tarakan 
  • AR JUNAEDI 
  • aris heru utomo's blog 
  • aristianto 
  • AR Junaedi 
  • ar-rajhy 
  • artayasa
  • Artikel Kesehatan
  • Asep Mulyadi
  • Ashram Maya Wirananta
  • Asisten Ekonomet FE Ubaya
  • a sketch of
  • Assaha Tea
  • Atthallah Putra
  • Ayam Bakar
  • Azwar Weblog
  • baity - jannati
  • Bambang Priantono
  • BAMBOO'S BLOG
  • bangsari| my place, my palace  
  • Barkah's Zeitgeist
  • BATAVIANA
  • Bataviase Nouvelles
  • batik art
  • Beautiful Life
  • Bekerja di Rumah
  • Belajar Bahasa Arab
  • Behind Story of Life
  • Belajar Beramal Islami
  • Belajar Wordpress
  • beniyu-008
  • Beranda Zen
  • Berita Kendari
  • Best Archive
  • Best Forex
  • Bianglala
  • Bintang
  • Bisnis Tianshi
  • Bisot
  • Blog Adhi Kusuma Putra
  • Blogger Indonesia Abah Oryza
  • Blogger Indonesia Fauzi Syaff
  • Blogging
  • Blog na si Gian
  • Blogonesia
  • Blog Pribadi Indika
  • Blog Reference
  • Blog sijunjung island
  • Blog Vavai
  • Blogway
  • Blong!
  • Blue Sky
  • bondan palestin
  • bondan riset
  • Buat Yang Cinta Kuliner
  • Buka Mulut
  • Buku
  • budi
  • cahaya di atas cahaya
  • Cakmoki Blog
  • Cara Gold
  • Cari Afiliasi
  • Cari Afiliasi
  • catatan harian ...
  • catatan harian di kampus biru
  • catatan kecil htts
  • catatan musafir pemalang
  • Catatan Pinggir Jalan
  • CHAFID BLOG'S
  • cecep risnandar
  • CELLOTEH ANAK JALANAN
  • Cempluk Blog
  • Cerita Ceritanya Mickey
  • Cerita Mama Ayu
  • cerita pendek warna-warni
  • Cermin Rubrik Elektronik
  • CHAFID BLOG'S
  • cicalengka chronicle
  • Cipto Adhi Setiawan
  • Coretan Perjalananku
  • Cyber
  • Dadung's Blog
  • Danartsign by Dani Iswara
  • dari Baling ke Serendah
  • Data Guru SMK MJPS
  • DEDEN AMIJAYA
  • Dedy W. Sanusi
  • Delicate, Delightful, Delicious
  • Demas Raihan Arkananta
  • Dengan Senyuman
  • Denny IT
  • de side of mE
  • Detox Organik
  • Dialektika
  • Diary of Rizqa
  • Die Blogger
  • Direktori Artikel
  • Dhyantea
  • Dialogbox
  • Direktori Artikel
  • Dirgaa
  • Doa Sang Katak
  • do2easy
  • Dodonet
  • Dunia Cahaya
  • ~dunia maya~
  • Edwin WB
  • Edi-Setiawan Blog
  • Eko Susilo - In the line of Life
  • Ekonomi Syariah
  • Enda Nasution
  • episode tujuh
  • etoss
  • Evolusi
  • extra ordinary entrepreneur
  • fazlurrahman
  • Feri gunawan
  • fifa journey
  • Fiori Salsabila Aisyah Hakim
  • Firdaus Progressindo Purwa
  • Franchise Individu
  • Free Articles
  • Freedom
  • From first to last
  • Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI)
  • Gian Giovani
  • Gerbangtiga
  • Gimme the Truth
  • Gizi dan Kuliner
  • Goblog
  • Goresan Pengalaman
  • guebukanmonyet
  • Guide Oto
  • Habiblog
  • Hadi's lair
  • Hafifâ Personal Weblogs
  • Halaman Niken
  • halaman berumput
  • hadidahsyat
  • HanyaMusik
  • Hexa Repro
  • Hidup di Korea enak
  • Herry Cahyono Suto Mangundimedjo
  • 109 High School
  • hilmiarifin.com
  • Hisyam Basyeban
  • holygrail
  • housewife's life
  • iconoclast
  • Idea :: Innovation
  • Ide Bisnis
  • IHS Center
  • Imam Maulana
  • IncomeAbadi.com
  • INDEPENDENT MUSIC SPOT
  • indonesia
  • Indonesia asia friendfinder
  • Indradiky
  • Indra KH
  • Infectionary
  • Info Lomba
  • Informasi Dumai
  • Informasi Ringan
  • Informasi Tekhnologi
  • INFOTAINTMENT
  • Ini Dia Keluarga Mac
  • Inside of My Head
  • Inspiration
  • Intelijen Indonesia
  • Internet - Knowledge
  • iorme blog
  • Iqbalir
  • Irmaja
  • Iron Bed
  • IT & Comm
  • It's all about JOGJA
  • iwan fals
  • Jazz Forever
  • Jejak Geografer
  • jendela ooknugroho
  • jenk's Site
  • Job Search
  • Jodi Santoso
  • JOS SOROT
  • journey of mine
  • Jurnal Persib Online
  • Junaedi
  • Kabar Indonesia
  • Kaki Langit Senja
  • Kampus Beasiswa
  • kangarul bu
  • KANG HENDIW - WEBLOG
  • Karyaku, Karyamu
  • kawas' world
  • kayangan si Dewa
  • KEDAI-HALAL
  • Keluarga Gunawan
  • KeSEMaT BLOG
  • Kesukaan Tia Oxis
  • Keutamaan Kebenaran
  • Kid Forever
  • Kolang Kaling
  • Komunikasi Motivasi
  • KOMUNITAS WARGA GIRITONTRO WONOGIRI
  • Kongsi Pengetahuan
  • konspirasi cowok
  • kopipakegula
  • Koro-Koro Group
  • Ksatria Pembelajar
  • Kuasa Internet
  • Kumpulan Bisnis
  • Kumpulan lirik lagu
  • LadyElen's Blog
  • LEARN BUSSINES
  • Learning to learn
  • Learn Islam
  • Lentera Nawa
  • Leviathan
  • Lepasku Melayang
  • Lesson Of Life
  • Life goes on
  • Life is a Foreign Language
  • Listen to Me
  • Long Way to Heaven
  • lowongan kerja
  • madhayudis
  • MAHATALA UNJANI
  • Majalengka
  • Manfaat Untuk Semua
  • Mantri Kampung
  • MA2AN BLOG STATION
  • Maseko's weblog
  • Mashuri Blog
  • Mata Baca
  • menganalisis kristen
  • Me, Myself and I
  • menguak misteri muhammad
  • MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL
  • Mickokelana Daily Share
  • mimimama wawawa...
  • Minda Indra
  • Monyong Ompong
  • MORAL-MORALAN
  • miqu weblog
  • Muhamad Sulhanudin
  • MusiQalbu
  • myaffiliate
  • My Blog Curahan Hatiku
  • My Humble World
  • MY LIFE
  • My Life Diary
  • my Name's kahayana
  • My Recipe
  • my soul
  • My VB Source Code
  • Nabilla
  • Najlah Naqiyah
  • Nevatera
  • N-e-y-R-a ^AniMe^
  • Never mind the bloggers. Here's ...
  • Nias Muslim Community
  • Niners
  • no limit
  • Nulis BlogS eNulis Nulisnya
  • Numpang Lewat
  • Nurse Instinct
  • oase sang pembelajar
  • o.b.r.o.l.a.n...w.a.n.i.t.a
  • Onespunya
  • OnlineBisnes
  • Online Private Investment
  • Open Office
  • Orang-Orang Pabrik
  • Overview
  • Panggok
  • pantai keempat
  • Pay Syafei
  • Pelangi
  • Pendidikan Islam Gratis
  • PERENUNGAN
  • Perjalanan Mata Hati
  • Pernak Pernik Yuriko
  • Persada
  • Personal Mind of Asep
  • Pharmacy Business
  • pitangso
  • PLANETGAULZ
  • Planning family
  • pondok cantik
  • Portal Bisnis Top
  • Portal Unik
  • PRAMESIKU
  • Presiden RI
  • Private HYIP
  • Pudak Online
  • Puisi Islami
  • pulauseribu
  • PUTERI KHANSA
  • On The Wings of a Silver Birds
  • Raden Roro
  • Rayendra-Mahardika
  • Reading and Writing
  • Really???
  • Redshox
  • Rekening Bank
  • Reremahan hati
  • Review Produk
  • Rey Tries to Write
  •  
  • RIANY-06
  •  
  • Riwan
  •  
  • robbiesfamily.net
  •  
  • Rochlan Yoseph
  • Rubrik Elektronik
  • Rumah Penaku
  • Rumpun Mahasiswa Sunda
  • run to the sun
  • SAHABAT ALAM DAN MANUSIA ..
  • Salam Indonesia
  • Sanggar Altar Ciputat
  • Sastra Maya
  • satu sisi
  • SAVANA GROUP
  • scent of a woman
  • Sebuah Persembahan
  • Sekilas Kisah
  • Selamat Datang
  • Semua Bisnis
  • Semua Cerita tentang...
  • Senandung Oom Koko
  • Senzei Blog
  • Serunai
  • sherlock | kid
  • Si Irman Urang Bandung
  • Simply Iyo
  • sin@rie's
  • SINDIC@T COMMUNITY
  • Si Pipi Bola
  • Slamet Rianto Blog's
  • SMK MJPS 1 TASIKMALAYA
  • soca16
  • sony kuda
  • soca16
  • spasi spasi
  • Stop Korupsi
  • story about bunda nanet & nadya
  • suara burung sulawesi
  • Suatu Cerita tentang Aku
  • Sudjud Dartanto's Weblog
  • Sudut Corat-Coret
  • Sudut Lebar
  • Sujud Jiwa yang Resah
  • SULTHONIE
  • surabayainside.org
  • Tahukah Anda
  • take my HAND
  • tarzan
  • Tasikmalaya OnLine
  • tazqirah corner
  • TEKHNOLOGI REVOLUSIONER
  • T.H.A.M.R.I.N
  • thio-sunaryo & Fam
  • #/ timpakul
  • Tips Dunia Anak
  • Tips dan strategy bagi blogger
  • The Gadget Weblog
  • the history maker
  • The Institute for Ecosoc Rights
  • the journey of the soul
  • the | story | of | anina
  • The thoughts of the Author Wannabe
  • topi bundar
  • Trangpunyablog
  • Travic
  • Tukang Ketik
  • Tukang Koran
  • Tulisan Tanpa Makna
  • Tutorial Afiliasi
  • Tutorial Online
  • uang gratis
  • Ucang-ucang Angge
  • udin menang
  • vivat donkeekong!
  • Vitra Dewanta Rama
  • Wahyoku Blog  
  • wajan gosong
  • WAN'S SITE
  • Warnet Flashlink
  • Warung Kopi
  • Waspada Tarigan blog
  • weblognya yossy rahadian&nbs
  • WELCOME - KRU
  • welcome to luvilove sites
  • Welcome to my Weblog
  • welcome to my world
  • We - Us - Our - Ours
  • What’s Up?
  • Wherever i go, i'll be back
  • Who Are the Entrepreneurs
  • Widodo Purnomosidi
  • Wijasenna
  • Windar Blog
  • Wulida Rochman
  • Supported By

    Earn money from your website/blog. Get paid through PayPal CrewBux.com Free Blogger Templates
    BLOGGER Free Domain & Web Hosting Providers
    tobapos.co.nr

    Check Out